Desain Kubah Masjid, Berikut Makna Logo Munas-Konbes II 2019

0
189
Desain Kubah Masjid, Berikut Makna Logo Munas-Konbes II 2019
Desain Kubah Masjid, Berikut Makna Logo Munas-Konbes II 2019

Ibadah.co.id –Dalam setiap Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) panitia selalu menerbitkan logo baru terkait acara tersebut. Begitupun juga denga kegiatan Muktamar. Di acara Munas-Konbes ke-2 2019 ini panitia telah menetapkan logo denagan desain berbentuk kubah masjid.

Ketua PBNU H Aizzudin Abdurrahman, sebagaimana dikutip NU Online (9/12), menjelaskan bahwa logo ini terkait dengan keislaman yang ada di Jawa Barat yang mengalami akulturasi budaya. Berbagai tradisi yang ada menyerap ke dalam cara kebaragamaan masyarakat setempat. Ini tentunya menyesuaikan digelarnya acara, yakni di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kujangsari, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Kubah yang menjadi logo tersebut merupakan simbol masjid yang menunjukkan praktik keberislaman secara terbuka, damai, santun, toleran, memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebagai umat Islam dan selalu optimis. Adapun garis kecil yang berada di atas merupakan Islam di Nusantara.

Warna hijau di logo merupakan warna kesukaan Nabi Muhammad Saw. dan identik dengan NU. Menurut pria yang karib disapa Gus Aiz ini, wajah Islam sering kali terkait dengan warna hijau. Letak warna hijau ada di luar memiliki makna nilai-nilai religiusitas umat Islam yang menjadi dominan dalam bersikap, bertindak, dan berpikir tidak lepas dari syariat. “Jadi kita itu perilakunya tidak lepas dari syariat,” ucap Gus Aiz yang juga pembuat logo itu.

Sementara warna merah menunjukkan spirit keberislaman. Selain itu dimaknai sebagai serapan dari tradisi akulturasi budaya.

Logo Nahdlatul Ulama sendiri berwarna putih. Menurutnya, putih menjadi identitas bahwa semangat Munas-Konbes NU 2019 memgang prinsip-prinsip ke-NU-an, yakni semua keputusan yang dihasilkan hanya untuk kepentingan NU. Sementara NU tidak bisa dilepaskan dari keberadaan bangsa Indonesia.

“Semua hasil keputusan dikembalikan untuk kepentingan NU. Dan NU tidak bisa dipisahkan dari bangsa ini. Jadi semuanya harus ditundukkan kepada niat,” jelas Gus Ais yang juga sebagai Wakil Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2019 ini.

Pada logo itu juga terdapat garis di bawah yang berarti pondasi. Ia mengatakan, satu kesatuan dari logo itu dimaknai sebagai kesiapan dalam menghadapi situasi dan kondisi apa pun.

“Kita betul-betul memegang teguh penuh keyakinan apa yang selama ini kita perjuangkan untuk kepentingan yang lebih luas, yakni untuk umat, bangsa, dan terwujudnya Islam rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (ed.At/NU Online)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here