Pasca Teror di Christchurch, Berikut Pesan Khotbah Gamal Fouda

0
176
Isi Khotbah Gamal Fouda, Pasca Penembakan Brutal di Christchurch
Isi Khotbah Gamal Fouda, Pasca Penembakan Brutal di Christchurch

Ibadah.co.id –Pasca penembakan yang menewaskan 50 orang. Ribuan umat Islam mengikuti Salat Jumat pertama di Masjid An Nur Christchurch, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019).

Tepat sudah sepekan lalu, Brenton Tarrant, teroris pembela supremasi kulit putih, menembaki jamaah dua masjid secara brutal dan menyiarkannya secara langsung melalui akun Facebooknya.

Bukan hanya muslim, salat Jumat kali ini dihadiri juga oleh nonmuslim. Mereka turut mendengarkan khotbah yang disampaikan Gamal Fouda, khatib yang sama saat penembakan pada pekan lalu.

Fouda menyampaikan khotbah menyentuh mengenai hikmah di balik peristiwa ini. Dia juga menghibur menyebut bahwa para korban tewas merupakan syuhada.

“Jumat lalu saya berdiri di masjid ini dan melihat kebencian dan kemarahan dari mata teroris yang membunuh 50 orang tidak bersalah, melukai 50 orang, dan menghancurkan hati jutaan orang di seluruh dunia,” kata Fouda, dikutip dari AFP.

“Hari ini, dari tempat yang sama, saya melihat keluar dan melihat cinta dan kasih sayang di mata ribuan sesama warga Selandia Baru serta masyarakat lainnya dari seluruh dunia, yang memenuhi hati jutaan lebih yang tidak bersama kami secara fisik, tetapi memiliki semangat yang sama.”

Seperti dilansir dari inews.id, (22/3), Fouda mengatakan bahwa upaya teroris untuk memecah belah Selandia Baru telah gagal.

“Teroris ini berusaha untuk menghancurkan bangsa kita dengan ideologi jahat yang telah menghancurkan dunia. Tetapi sebaliknya, kami telah menunjukkan bahwa Selandia Baru tidak bisa dipecahkan dan bahwa dunia dapat melihat dalam diri kita sebuah contoh cinta dan persatuan,” tuturnya.

Lebih lanjut Fouda menyinggung soal ideologi supremasi kulit putih yang di dalamnya menyimpan kebencian yang besar terhadap umat Islam. Menurut dia, solidaritas warga Selandia Baru ternyata dapat mematahkannya.

Di samping itu, Fouda juga membesarkan hati para korban dan keluarga mereka bahwa darah yang tertumpah tak akan sia-sia.

Menurut dia, jamaah yang meninggal menyandang gelar mati syahid. Mereka tewas di hari, tempat, dan saat melakukan aktivitas yang baik.

Lebih dari itu, kata dia, dari kejadian ini dunia kini lebih melihat keindahan Islam dan persatuan.

“Kepada keluarga para korban, orang-orang terkasih Anda tidak akan meninggal sia-sia. Darah mereka telah menyirami benih harapan. Melalui mereka, dunia akan melihat keindahan Islam, dan keindahan persatuan kita. Mereka adalah yang terbaik dari kita, diambil dari kita pada hari terbaik, di tempat terbaik, dan saat melakukan aktivitas terbaik,” ujarnya.

“Dan mereka bukan hanya syuhada Islam, tetapi mereka juga syuhada bagi bangsa ini. Kehilangan kami atas dirimu merupakan keuntungan bagi persatuan dan kekuatan Selandia Baru. Kepergianmu adalah kebangkitan, bukan hanya untuk bangsa kita, tetapi untuk semua umat manusia.”

Di bagian akhir khotbah, Fouda juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Selandia Baru atas perhatian dan dukungan mereka.

“Kepada orang-orang Selandia Baru, terima kasih. Terima kasih atas air mata Anda. Terima kasih atas hak Anda. Terima kasih untuk bunga Anda. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang Anda.”

(Ed.RB/Ibadah.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here