Masjid Al Aqsa Terbakar Bersamaan Dengan Gereja Rotre Dame Paris

0
113
Masjid Al Aqsa Terbakar Bersamaan Dengan Gereja Rotre Dame Paris
Masjid Al Aqsa Terbakar Bersamaan Dengan Gereja Rotre Dame Paris

Ibadah.co.id – Masjid Al Aqsa situs tersuci ketiga di Yerusalem dilaporkan terbakar. Namun, kobaran api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak menyebar. Kebakaran juga terjadi di Katedral Notre Dame di Paris.

Kebakaran ini terjadi di kamar penjaga di luar atap ruang shalat Marwani, Antar al-Hazmawi, sebagaimana keterangan dari seorang penjaga masjid al-Aqsha yang dikonfirmasi oleh The New Arab sebagaimana dilansir dalam laman newsweek.com, (16/04/19).

Ruang Sholat Marwani terletak di bawah sudut tenggara Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al Sharif, yang berisi Kubah Batu dan Masjid Al Aqsa. Sheikh Azzam al Khatib, direktur jenderal Departemen Wakaf Yerusalem dan Departemen Urusan Masjid Al Aqsa, mengatakan kepada TV Jordan Al Mamlaka bahwa kebakaran terjadi di halaman dan informasi awal menyatakan bahwa itu mungkin disebabkan oleh anak-anak yang merusak area tersebut.

Pemadam kebakaran departemen Wakaf Islam di Yerusalem berhasil mengendalikan api, sementara daerah itu saat ini ditutup untuk memeriksa penyebab kebakaran, yang saat ini masih tidak jelas.

Menurut seorang penjaga bahwa ada jarak pendek antara rotasi waktu penjagaan dari 7,15 menjadi 7,30 di malam hari. Saat ini, Polisi Israel telah membuka penyelidikan atas insiden itu, yang dilaporkan melibatkan pemeriksaan terhadap seorang penjaga, yang seharusnya bertugas pada saat kecelakaan itu.

Kompleks ini secara keseluruhan terletak di bagian Kota Tua Yerusalem Timur, awalnya diduduki oleh Yordania selama konflik Arab-Israel 1948 yang mengikuti pendirian Israel, tetapi kemudian direbut oleh Israel selama perang kedua pada tahun 1967. Israel mencaplok keseluruhan kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak diakui oleh banyak komunitas internasional, meskipun monarki Jordan diberikan hak atas situs-situs suci Islam.

Dalam langkah kontroversial Presiden Donald Trump mengakui keseluruhan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember 2017, secara tidak langsung menolak klaim Palestina yang bersaing untuk mempertahankan kota itu dan hal itu telah mengecewakan konsensus internasional yang luas.

(Ed.RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here