Tingkatkan Kualitas Manasik Haji, Sekjend Kemenag: Manasik Haji Harus Menyentuh Kontekstual

0
148
Tingkatkan Kualitas Manasik Haji, Sekjend Kemenag: Manasik Haji Harus Menyentuh Kontekstual
Tingkatkan Kualitas Manasik Haji, Sekjend Kemenag: Manasik Haji Harus Menyentuh Kontekstual

Ibadah.co.id –Sekretaris Jenderal Kemeterian Agama M. Nur Kholis Setiawan saat menjadi pembicara dalam forum Koordinasi Perencanaan Pemantauan Operasional Haji tahun 1440 H/2019 M, di Jakarta, (29/05), mengatakan bahwa dari sisi manasik haji, mestinya Jemaah lebih ditingkatkan lagi dari sisi pengetahuannya. Jangan hanya pada level tekstual saja namun juga dari sisi kontekstual.

Menurutnya, selama ini jemaah banyak yang hanya menjalankan ibadah haji berdasarkan tekstual saja, belum kontekstual. Ia menyampaikan ini disebabkan jangkauan manasik yang belum seutuhnya menyentuh ranah fikih.

“Untuk itu saya berharap ada kritisi terkait jangkauan manasik haji bagi jemaah. Pengetahuan manasik haji harus ditingkatkan,” ujarnya.

Begitupun dari sisi pengawasan harus lebih fokus untuk kelancaran ibadah haji baik dari sisi pelaksanaan maupun penghayatannya. Karena ini bukan soal ibadah fisik saja namun juga non fisik. Dari sisi pencitraan, ini terkait pelaporan di tahun mendatang.

“Pengawas harus lebih fokus membantu kelancaran ibadah haji, dan laporannya yang nantinya dihasilkan (oleh Inspektorat Jenderal) akan dipakai untuk perbaikan penyelenggaraan ibadah haji mendatang,” kata Nur Kholis.

Mantan Inspektur Jenderal Kemenag ini pun meminta seluruh tim agar jeli menangkap persepsi jemaah terkait penyelenggaraan haji tahun 2019. “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari spesifikasi katering, kontrak pemondokan, hingga urusan manasik jemaah,” pesannya.

Untuk itu, Sekjen pun meminta para pengawas memberi perhatian sekaligus evaluasi terhadap keberadaan konsultan ibadah dan pembimbing ibadah. “Kita harus cermati, jangan sampai tugas konsultan dan pembimbing ibadah saling tumpang tindih,” imbuhnya.

Selain itu, Nur Kholis juga berharap tim pengawas dapat menggali persepsi jemaah serta mengantisipasi potensi fraud dalam kontrak pemondokan dan katering. “Saya pesan agar tim memeriksa seluruh spesifikasi katering dang memastikan jangan sampai ada penggantian daging sapi dengan  kerbau India oleh oknum,” kata Nur Kholis. (ed.AT/ibadah.co.id/kemenag.go.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here