Saudi Bayar 1,6 M Riyal Karena Keliru Tentukan 1 Syawal Adalah Kabar Hoax

0
376
Hoax: Tak Benar Saudi Bayar 1,6 M Riyal Keliru 1 Syawal

Ibadah.co.id –Akhir-akhir ini, tepatnya di tengah kegembiraan umat Islam merayakan Idul Fitri di seluruh dunia, tersebar kabar meresahkan di aplikasi berbagi pesan (WA). Dalam kabar tersebut, menyebutkan bahwa Arab Saudi membayar kafarat sebesar 1,6 miliar riyal karena salah menetapkan hari Idul Fitri, 1 Syawal 1440 Hijriah. Padahal, kabar ini adalah hoaks yang kerap berulang.

Pesan itu tertulis dalam bahasa arab, tetapi terdapat judul yang berbahasa Indonesia seperti berikut: “Pemerintah Saudi Bayar Kafarat karena  Salah dalam Menentukan Awal Syawal 1440 hari SELASA”.

Hoax: Tak Benar Saudi Bayar 1,6 M Riyal Keliru 1 Syawal

Hoax: Tak Benar Saudi Bayar 1,6 M Riyal Keliru 1 Syawal

Dalam mengiringi tulisan tersebut, terdapat pesan yang menyebutkan bahwa Mohammed al-Nujaimi Anggota Komite Fiqih Islam Saudi diwawancarai oleh stasiun televisi Al Arabiya. Nujaimi mengatakan, Saudi salah menetapkan 1 Syawal dan membayar kafarat atau denda sebesar 1,6 M Riyal.

Dan Organisasi Astronomi Jeddah juga menegaskan, hasil pantauan tersebut bukanlah hilal 1 Syawal melainkan Planet Saturnus, sebab kekeliruan itulah, warga Saudi tak berpuasa sehari, sebelum waktu yang semestinya. Dalam berita itu disebutkan, ini bukan kali pertama Arab Saudi salah menentukan hilal Syawal.

Hal ini membuat Saudi terpaksa membayar kafarat atau denda sebesar 1,6 M Riyal. Kabar yang tersebar melalui WhatsApp itu juga mencantumkan link berita El Watan News untuk membuktikannya. Namun, ketika link itu dibuka, isi artikel El Watan justru meluruskan pesan tersebut. Menurut El Watan, kabar itu hoaks karena “tidak tidak ada dasarnya (laisa lahu asas)“.

El Watan juga melaporkan, tidak ditemukan adanya wawancara Nujaimi dengan Al Arabiya. Pun tidak ditemukan pernyataan Badan Astronomi Saudi di manapun, termasuk di Twitter, soal pemantauan Bulan yang salah oleh lembaga ulama Saudi.

Kabar ini disinyalir hoax. Berita ini adalah perkembangan dari perdebatan pada 2011 soal apakah yang dilihat di Saudi adalah Bulan atau Saturnus. Dikutip dari situs The Independent ketika itu, perdebatan tersebut dikomentari oleh laman berita Iran, Fars News Agency, yang menyatakan pemerintah Saudi harus membayar kafarat karena diduga salah menetapkan 1 Syawal. Tidak ada komentar dari pemerintah Saudi ketika itu.

Adapun terkait penentuan syawal, sebagian besar negara Arab seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, menyatakan melihat Bulan dan menetapkan hari Idul Fitri jatuh pada Selasa (4/6).

Sementara di Indonesia bulan tidak terlihat, sehingga Kementerian Agama pada Sidang Itsbat Senin lalu menetapkan Idul Fitri jatuh pada Rabu (5/6).

(Ed.RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here