Warga Aceh Bubarkan Pengajian Ustaz Firanda, Berikut Biografi Ustaz Firanda

0
293
Warga Aceh Bubarkan Pengajian Ustaz Firanda, Berikut Biografi Ustaz Firanda
Warga Aceh Bubarkan Pengajian Ustaz Firanda, Berikut Biografi Ustaz Firanda

Ibadah.co.id –Sejumlah warga Aceh membubarkan kajian Dauroh Islamiyah yang sedang berlangsung di dalam masjid Al-Fitrah, Keutapang II, Banda Aceh, pada Kamis malam, 13 Juni 2019. Kajian ini diisi oleh salah satu alumni Universitas Islam Madinah, yaitu ustaz Firanda Andirja.

Massa yang hadir ke masjid, menolak ceramah ustaz tersebut karena dinilai berpemahaman wahabi (pengikut Muhammad Bin Abdul Wahab) dan bertolak belakang dengan masyarakat Aceh. Massa juga menganggap kajian yang disampaikan tidak sejalan dengan aliran Ahlulsunnah Waljamaah (Aswaja).

Seperti video yang tersebar di youtube, kejadian itu bermula ketika Ustaz Firanda tengah menyampaikan pengajian dengan tema ”Tafsir Surat Al-Qalam” di masjid Al-Fitrah. Ketika itu juga massa mulai berdatangan untuk membubarkan kajian.

Salah satu penggerak massa, Abu Suja mengatakan sudah menyampaikan kepada penyelenggaran acara agar tidak melaksanakan kegiatan kajian ceramah yang diisi oleh ustaz Firanda. Namun, tidak diindahkan oleh penyelenggara.

Kapolresta Banda Aceh, Komisaris Besar Polisi Trisno Riyanto, yang melerai aksi protes itu mengatakan keributan terjadi disebabkan adanya kesalahpahaman antara kelompok yang mengatasnamakan Aswaja dan Wahabi.

Sosok Firnanda Andirja sendiri cukup dikenal diluar negeri. Bahkan ia menjadi salah satu penceramah tetap di Msjid Nabawi, Madinah, Saudi Arabia.

Biografi Ustaz Firanda

Firanda Andirja atau yang lebih dikenal dengan ustadz Firanda dengan nama kuniyah Abu Romli Jamali lahir di Surabaya, lahir 28 Oktober 1979 (39 Tahun). Masa kecil, TK hingga SMA ia habiskan di Sorong, Papua, kemudian ia melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada mengambil jurusan Teknik. Di UGM ia hanya belajar dua semester saja.

Beliau tidak menyelesaikan kuliah, karena lebih tertarik mendalami bidang agama. Maka Beliau pun mondok di Ponpes Jamilurrahman Bantul, Jogjakarta, sekitar 1,5 tahun. Pada tahun 2000 beliau mengikuti dauroh test penerimaan mahasiswa baru yang diadakan oleh dosen-dosen Universitas Islam Madinah di Lombok.

Dalam dauroh tersebut beliau mendapat peringkat 3 dari seluruh peserta yang berasal dari penjuru nusantara. Pada Agustus 2001,  akhirnya beliau berangkat ke Madinah untuk melanjutkan jenjang Sarjana hingga Doktoralnya di sana sampai tahun 2016.

Dan di tahun 2012 beliau diberi amanah oleh Pemerintah Arab Saudi untuk menyampaikan ceramah berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi. Ceramah ini di khususkan untuk para jamaah haji dan umroh serta para penduduk Indonesia yang bermukim di Kerajaan Arab Saudi.

Beliau juga salah satu staf pengajar di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember. Disamping itu, ia juga aktif menjadi narasumber di Radio Rodja dan aktif mengisi beberapa pengajian akbar di Indonesia.(wikipedia.co.id)

(Ed.RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here