Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Pesawat

0
50
Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Pesawat
Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Pesawat

Ibadah.co.id – Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) menginfokan bahwa satu orang jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Solo (SOC) 2 meninggal dunia dalam pesawat saat menuju ke tanah suci, Minggu (07/07). Jemaah bernama Sumiyatun Sawi Krama (56) itu mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

“Ibu Sumiyatun Sawi Krama meninggal dunia saat masih di atas pesawat,” kata dokter Sri Mulyani, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Senin (8/7) dini hari di Madinah.

“Saat di atas pesawat ketika tim kami melakukan pemeriksaan, beliau juga mengalami gula darah atau kolesterol yang sangat tinggi dan tidak terkontrol,” ungkapnya. Berdasarkan informasi yang didapat, Sumiyatun berasal dari Desa Godog, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Dia tergabung rombongan 5 kloter 2 Embarkasi Solo.

Awalnya kondisi Ibu Sumiyatun sehat-sehat saja, tapi ketika di pesawat mengalami gangguan yang tiba-tiba. Diceritakan oleh ketua Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC), Lasimin, meurutnya, Sumiyatun masuk asrama haji dalam keadaan sehat. Namun setelah diperiksa dokter baru ketahuan bahwa Sumiyatun mengidap penyakit diabetes.

“Saat diperiksa juga biasa, cuma dokter menemukan adanya penyakit gula,” kata Lasimin kepada wartawan, Senin (08/07) dini hari waktu Saudi Arabia (WAS).

Saat masuk pesawat, kata Lasimin, Sumiyatun juga sehat. Waktu diberikan makan pertama di pesawat juga dikonsumsi. Namun untuk makan kedua sudah tidak mau. Setelah itu, kira-kira 50 menit sebelum mendarat, tiba-tiba Sumiyatun muntah. Dia kemudian diperiksa dokter di pesawat. Namun kondisinya langsung drop.

“Lemes, setelah itu meninggal dunia. Prosesnya cepet banget nggak sampai 10 menit,” kata Lasimin.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Sumiyatun kemudian ditangani oleh kru Garuda. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit. Dan rencananya, jenazah akan dikuburkan di Madinah hari ini setelah subuh.

Terkait dengan musibah ini, Lasimin mengatakan, sudah menyampaikannya kepada keluarga Sumiyatun di Sukoharjo.

“Keluarga sudah mengikhlaskan, dan harapannya ini menjadi jalan terbaik bagi almarhumah,” kata Lasimin. (ed.AS/ibadah.co.id/kemenag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here