SKT FPI Belum Keluar, AD/ART FPI Ada Konsep Khilafah Nubuwwah, Moeldoko Minta FPI Deklarasikan Faham Ideologi Pancasila

0
54
SKT FPI Belum Keluar, AD/ART FPI Ada Konsep Khilafah Nubuwwah, Moeldoko Minta FPI Deklarasikan Faham Ideologi Pancasila
SKT FPI Belum Keluar, AD/ART FPI Ada Konsep Khilafah Nubuwwah, Moeldoko Minta FPI Deklarasikan Faham Ideologi Pancasila

ibadah.co.id – Hingga saat ini Pemerintah belum mengeluarkan perpanjangan izin atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) organisasi massa ini. Banyak yang menjadi petimbangan pemerintah, salah satunya karena muncul konsep Khilafah Nubuwwah dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI.

Walaupun begitu, Anggota juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif menyangkal adanya konsep itu seperti yang diberitakan media. Untuk itu FPI mengajak pemerintah untuk menggelar dialog terbuka. Khususnya membahas Pancasila.

Keinginan dialog dari FPI tersebut telah direspons pemerintah melalui Moeldoko. Eks Panglima TNI itu menegaskan pemerintah menutup rapat pintu dialog dengan FPI.

Slamet pun heran dengan sikap pemerintah melalui Moeldoko, yang menolak dialog. Menurut dia, di era demokrasi jalur dialog ialah suatu hal yang diharuskan.

“Hari gini, di zaman keterbukaan, kok tutup pintu dialog, mau kembali ke orde otoriter? Makanya dialog, dong,” ungkap Slamet kepada media, (7/8).

Menurut Slamet Maarif, pihaknya heran kepada pemerintah kok menuduh FPI anti Pancasila dan menyuruh mendeklarasikan Paham Pancasila.

Menurut dia, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab sejak lama berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan komitmen tersebut, otomatis FPI secara kelembagaan, berpegang teguh kepada Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Kan Imam Besar HRS (Habib Rizieq Shihab) sudah sering deklarasi untuk NKRI. Jadi, tunjukan saja di mana yang antipancasila,” ucap Slamet saat dihubungi jpnn.com, Rabu (7/8).

Lagi pula, kata dia, sikap Pancasila tidak harus dengan deklarasi ke hadapan publik. Sikap Pancasila itu, kata Slamet, ditunjukkan dalam setiap perbuatan, contohnya, tidak melakukan korupsi uang rakyat.

“Buat apa deklarasi Pancasila kalau faktanya dia korupsi rampok uang negara, jual-jual aset negara, serahkan obyek vital ke asing dan aseng, biarkan ekonomi dikuasai segelintir aseng sementara pribumi makin terjepit, BUMN dijual-jualkan,” ungkap dia.

Sebelumnya Moeldoko mengajak FPI agar jangan mengembangkan ideologi selain Pancasila. Hal itu menurutnya prinsip dasar yang harus dipenuhi setiap organisasi termasuk FPI.

“Jangan mengembangkan ideologi lain, sudah itu prinsipnya. Dengan tegas FPI (nyatakan), oke ideologi saya Pancasila, selesai. Perilaku-perilaku Pancasila, selesai,” ungkapnya di Jakarta, (6/8).  (Ed.AS/ibadah.co.id/jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here