Pelaku Usaha Indonesia Harus Ikut Nikmati Industri Halal Global yang Bernilai 2,1 T US Dolar

0
42
Pelaku Usaha Indonesia Harus Ikut Nikmati Industri Halal Global yang Bernilai 2,1 T US Dolar
Pelaku Usaha Indonesia Harus Ikut Nikmati Industri Halal Global yang Bernilai 2,1 T US Dolar

Ibadah.co.id –Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Prof. Ir. Sukoso, MSc. PhD., menyatakan bahwa saat ini Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia menjadi pasar paling potensial produk halal dari negara-negara lain, termasuk negara non muslim.

Negara-negara tersebut kini tengah berlomba untuk menggarap potensi industri halal global yang diprediksi senilai 2,1 Triliun US Dolar. Maka sudah saatnya pelaku usaha Indonesia juga bangkit menggarap potensi tersebut.

“Jadi pelaku usaha kita baik yang UKM maupun yang lebih tinggi lagi harus bangkit untuk menggarap potensi yang luar biasa besar. Kalau tidak bangkit dan menggarap, maka pasar dalam negeri kita yang ibaratnya kue yang enak ini akan dimakan pelaku usaha dari negara lain dengan produk halalnya. Maka kata kuncinya adalah pelaku usaha kita harus bisa memenuhi standar halal,” kata pria asal Banyuwangi tersebut di kantor BPJPH, Lapangan Banteng, Kamis (19/9/2019).

Bila telah memenuhi syarat dan teruji kehalalan produk nya, maka pelaku usaha akan mendapatkan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh negara yang dalam hal ini BPJPH. Dengan memiliki sertifikat halal maka produk pengusaha kita punya daya saing di pasar Dalam Negeri.

“Pengertiannya begini, disaat kesadaran untuk hanya mengkonsumsi produk halal di masyarakat kita makin tinggi, maka masyarakat akan melihat produk itu sudah dijamin halal atau tidak. Mereka tentu saja akan merasa aman mengkonsumsi produk impor bila sudah dijamin halal, dibandingkan produk pengusaha lokal yang belum terjamin kehalalannya karena tidak punya sertifikat halal. Maka disinilah pentingnya pelaku usaha lokal kita mengurus sertifikat halal. Demi kuat daya saing nya, di dalam negeri sekalipun,” pungkas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang tersebut. (ed.AS/ibadah.co.id/selebestopnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here