Genjot PDB Negara, Arab Saudi Ubah Aturan Pariwisata: Turis Belum Nikah Boleh Tinggal Sekamar

0
12
Genjot PDB Negara, Arab Saudi Ubah Aturan Pariwisata: Turis Belum Nikah Boleh Tinggal Sekamar
Genjot PDB Negara, Arab Saudi Ubah Aturan Pariwisata: Turis Belum Nikah Boleh Tinggal Sekamar

Ibadah.co.id – Arab Saudi terus menunjukkan sebagai negara yang terus berubah menyesuaikan kondisi. Itu bisa dilihat dari pelbagai aturan yang diberlakukan di negara dua Kota Suci tersebut. Baru-baru ini, setelah menerbitkan visa khusus turis dan aturan boleh berbikini di tempat yang ditentukan, kini pasangan turis belum menikah diizinkan tinggal atau menginap sekamar di hotel atau tempat lainnya.

Menurut sumber BBC dan Al Jazeera, Senin (7/10/2019), baru-baru ini Arab Saudi mengeluarkan kebijakan atau aturan baru. Pasangan yang belum menikah diizinkan menginap dalam satu kamar di hotel tanpa perlu bukti surat nikah.

Namun ditegaskan, aturan tersebut hanya berlaku untuk turis mancanegara. Aturannya tidak berlaku bagi warga asli Arab Saudi!

Meski begitu, peraturan itu yang membolehkan para turis belum menikah menginap sekamar itu mengejutkan dunia. Bukankah Arab Saudi adalah negara yang disucikan umat muslim di seluruh dunia?

Arab Saudi kini memang berusaha untuk mengubah citranya di mata turis dan investor asing. Lewat pariwisata, Arab Saudi jadi makin terbuka.

Buktinya, Arab Saudi sudah membuka diri kepada turis yang bukan Muslim. 49 Negara yang diberikan visa khusus turis, termasuk negara-negara non muslim dan negara adidaya. Sebut saja Amerika Serikat, Jerman, Inggris, China, Jepang, bahkan Singapura.

Meski sudah terbuka, Arab Saudi tetap memiliki aturan. Salah satunya adalah, Kota Makkah dan Madinah tertutup untuk turis serta hanya bisa didatangi oleh umat muslim.

Selain itu, Arab Saudi mempunyai 19 aturan baru untuk turis. Inti aturannya adalah turis tetap diminta sopan dan menghormati aturan yang berlaku. Khusus bagi turis wanita diperbolehkan tidak memakai jilbab asalkan pakaiannya tetap sopan, seperti menutup bagian bahu dan lutut.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diperhatikan Arab Saudi dalam mengejar ‘Saudi Vision 2030’. Visi tersebut digagas oleh Pangeran Arab Saudi, Muhammed bin Salman.

Melihat website resmi Saudi Vision 203, pariwisata disebut sebagai sektor yang menjanjikan. Sektor pariwisata di Arab Saudi diharapkan akan tumbuh dari 3% menjadi 10% pada PDB (Produk Domestik Bruto) pada tahun 2030.

“Di sektor pariwisata dan rekreasi, Arab Saudi akan menciptakan atraksi yang memiliki standar internasional tertinggi, meningkatkan prosedur penerbitan visa bagi pengunjung, serta mempersiapkan dan mengembangkan situs bersejarah dan warisan,” tulis keterangan dalam websitenya. (ed.AS/ibadah.co.id/DC/BBC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here