Kemenag: Kampus Umum Harus Perkuat Pemahaman Agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin

0
10
Kemenag: Kampus Umum Harus Perkuat Pemahaman Agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin
Kemenag: Kampus Umum Harus Perkuat Pemahaman Agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin

Ibadah.co.id – Dari pelbagai penelitian lembaga otoritatif di bidangnya, baik pemerintahan maupun non pemerintahan, menunjukkan bahwa kampus-kampus umum sangat mudah dirasupi paham-paham radikal ekstremis dan intoleran.

Agar hal itu tak terus meluas, Kementerian Agama akan memperkuat karakter serta pemahaman keagamaan para mahasiswa dengan materi-materi Islam yang ramah dan mendalam.

“Penguatan kerakter keagamaan mahasiswa sangat urgen, khususnya bagi mahasiswa tingkat dasar. Mahasiswa harus dibekali konsep dan metodologi Islam Rahmatan lil alamin,” kata Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Rohmat Mulyana Sapdi di Mataram, NTB, beberapa waktu lalu.

Menurut Rohmat, pembinaan perguruan tinggi menjadi tanggung jawab Kementerian Ristek Dikti. Namun, khusus dalam penyelenggaraan pendidikan agama, itu menjadi tugas Kementerian Agama. Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007, maka sinergisitas antar dua  kementerian  ini  sangat dibutuhkan.

Sebelumnya, dalam sambutannya Direktur PAI ini menyatakan Pengelolaan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) perlu mendapatkan perhatian serius, karena PAI pada PTU ini merupakan garapan baru yang baru dimulai pada tahun 2017. “Saat ini Direktorat PAI telah menyiapkan regulasi terkait standar penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum,” imbuh Rohmat.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Universitas Negeri Mataram, Mahsun menyatakan bahwa mahasiswa saat ini dikepung oleh perubahan global  dan perubahan sosial dengan sejumlah implikasinya. “Tantangan besar mahasiswa yang dihadapi adalah perubahan global dan perubahan sosial.  Perubahan  global sebagai konsekuensi logis  perkembangan dan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teklonologi berimplikasi pada pergeseran nilai seperti  dehumanisasi bahkan despritualisasi,” jelasnya.

Menurut Mahsun, dampak dari kekeringan spiritual, sangat memungkinkan mahasiswa terpapar paham-paham  dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan. Penguatan karakter mahasiswa mutlak dilakukan di setiap kampus. “Tapi, karena sistem tingkah laku dan kepribadian sangat dipengaruhi oleh sistem nilai keagamaan, maka penguatan kerakter keagamaan harus dilakukan secara komprehensif  dan terintegrasi, tidak hanya menjadi tanggung jawab dosen agama, melainkan seluruh civitas akademika,” tuturnya. (ed.AT/ibadah.co.id/kemenag).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here