Ketum PBNU: Kekayaan Alam Indonesia Cukup Menghidupi Warganya, Tapi …

0
12
Ketum PBNU: Kekayaan Alam Indonesia Cukup Menghidupi Warganya, Tapi ...
Ketum PBNU: Kekayaan Alam Indonesia Cukup Menghidupi Warganya, Tapi ...

Ibadah.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan dalam sambutan forum Annual Conference 2019 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (8/10) bahwa kekayaan alam Indonesia ini sangat berlimpah. Lebih dari cukup untuk menghidupi semua warganya. Hanya saja sistem yang dijalankan untuk mengatur kekayaan itu tak tepat.

“Sebenarnya Allah sudah menganugerahkan kekayaan alam Indonesia cukup untuk menghidupi semua warganya. Tapi sistem yang menjadikan kekayaan berputar di kelompok tertentu saja,” tegasnya.

Karena itu, masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan ekonomi. Kehidupannya tak menentu. Pekerjaannya tak pasti. Kehidupan nelayan sangat jauh dari kecukupan. Bahkan, mereka terjerat hutang kepada rentenir. maka Negara harus hadir untuk menangani masalah tersebut.

“Kelautan Indonesia anugerah terbesar bagi bangsa. Kepulauan jumlahnya tujuh belas ribu lebih. Semuanya memiliki kekayaan tak terhingga. Pengelolaannya harus profesional dengan ilmu. Jihad itu membangun masyarakat agar terhindar dari kemiskinan, papan, dan sandang,” imbuhnya.

Dalam Forum yang mengambil tema Peran Pesantren dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) 14 itu mengetengahkan pesantren sebagai capital sociaty memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Sebab itu, tidak mungkin pemerintah bisa sukses tanpa mengajak civil society dalam menjalankan program berkelanjutan.

Menurutnya, Islam tidak mengajarkan untuk memiliki keturunan yang lemah dan bodoh. Sebaliknya, Islam memerintahkan untuk membentuk generasi yang unggul dan kuat, dari segi keilmuan, harta dan maupun kesehatan.

“Kemiskinan sering terjadi di tepi kekayaan alam, pantai. Nabi Muhammad SAW bersabda ada tiga hal yang tidak boleh dimonopoli yakni air, energi, dan hutan. Itu milik bersama dan tidak boleh dijualbelikan,” terang Kang Said. (ed.AT/ibadah.co.id/nuonline).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here