PBNU: Nahdliyin Sangat Menghormati Habib, Termasuk Rizieq Shihab

0
44
PBNU: Nahdliyin Sangat Menghormati Habib, Termasuk Rizieq Shihab
PBNU: Nahdliyin Sangat Menghormati Habib, Termasuk Rizieq Shihab

Jakarta, Ibadah.co.id – Warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin sangat menghormati para keturunan Rasulullah Muhammad Saw., termasuk Habib Rizieq Shihab. Ini ditegaskan oleh Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyusul adanya isu bahwa NU tak menghargai habaib.

“Menghormat habib? NU-lah yang melakukannya, sejak zaman prakemerdekaan hingga saat ini,” kata Robikin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, (31/10/2019).

Dia mengatakan di NU juga ada tradisi mencium tangan ulama dan habib.

“Boleh jadi tidak ada cium tangan ‘wolak-walik’ kepada habaib jika NU tidak melakukannya. Mengapa? Karena hal itu merupakan bagian dari perintah agama,” katanya.

Menurut dia, Habib Rizieq meski memiliki perbedaan pandangan terhadap sesuatu tetaplah saudara bagi Nahdliyin. Hal itu sesuai konsep tri ukhuwah yang dipelopori KH Ahmad Shidiq dan dikembangkan NU sejak tahun 1984.

“Jangankan terhadap orang yang kiblatnya sama, Tuhan yang disembah sama, bahkan terhadap warga negara dan sesama manusia di seluruh penjuru dunia persaudaraan tak boleh diputus hanya karena perbedaan pemikiran,” kata dia.

Kendati demikian, dia menegaskan komitmen NU terhadap NKRI. NU tidak mendukung gagasan negara Islam atau Indonesia bersyariah maupun khilafah.

Bagi NU, kata dia, bentuk negara ini sudah final sebagai kesepakatan para pendiri bangsa. Maka wajib bagi generasi berikutnya untuk mematuhinya karena kesepakatan adalah janji yang juga hutang yang harus dibayar.

“Bahkan sejak sebelum kemerdekaan, NU melalui Muktamar ke-11 di Banjarmasin tahun 1936 sudah menegaskan bahwa Nusantara adalah ‘darussalam’,” katanya.

Adapun persoalan dakwah, NU meyakini dan mengamalkan dengan ma’ruf (kebaikan). Baik itu ammar (menyeru) atau nahi (melarang) semua harus dengan cara yang baik (ma’ruf).

Termasuk juga urusan ekonomi, NU sangat konsen dalam pemerataan ekonomi. Karena di sanalah keadilan. “Saya pikir, semua organisasi kemasyarakatan mengarah pada keadilan itu,” tegas Emhas. (Ed.AT/ibadah.co.id/antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here