Hukum Membaca Shalawat dan Amin pada Doa Khuthbah Jumat

0
221

Ibadadh.co.id – Kemarin saya ditanya oleh Neng tentang hal yang tanpa aku sadari membuat temannya risih. Ceritanya seperti ini. Kala itu, di balkon depan kampus, saya duduk bersama seorang sahabat asal Jawa Tengah yang juga mahasiswa kampus itu. Percakapan banyak terurai di antara kami tentang revisi UU KPK, tentang kontroversi film The Santri, hingga sampai bayangan Pinokio pada foto Jokowi di cover depan majalah Tempo kemarin.

Larut dalam diskusi, kami menarik panjang beberapa tema tersebut pada hukum-hukum agama. Termasuk bagaimana hukum mengilustrasikan seorang peminpin dengan sosok boneka kayu. Entahlah, diskusi berlanjut.

Sontak, di tengah ngalur-ngidulnya diskusi, teman saya yang kebetulan adalah putri dari salah satu pesantren di bandung, melintas terburuh-buru. Ia bersama seorang teman yang saya tidak kenal. Saat

Dalam kitab fathul mu’in (1/208 :

ويسن تشميت العاطس والرد عليه ورفع الصوت من غير مبالغة بالصلاة والسلام عليه صلى الله عليه وسلم عند ذكر الخطيب اسمه أو وصفه صلى الله عليه وسلم. قال شيخنا: ولا يبعد ندب الترضي عن الصحابة بلا رفع صوت وكذا التأمين لدعاء الخطيب انتهى.

Dan disunnahkan membaca doanya orang yang bersin dan menjawabnya, serta mengeraskan suara tanpa berlebihan saat membaca sholawat dan salam kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam ketika khotib menyebut namanya atau menyebut sifatnya Nabi shollallohu alaihi wasallam. Guruku berkata : dan tidak jauh tentang kesunahan membaca rodhiyallohu anhu kepada sahabat tanpa mengeraskan suara, begitu juga membaca amiin sebab do’anya khotib. Selesai.

Kemarin saya ditanya oleh Neng tentang hal yang tanpa aku sadari membuat temannya risih. Ceritanya seperti ini. Kala itu, di balkon depan kampus, saya duduk bersama seorang sahabat asal Jawa Tengah yang juga mahasiswa kampus itu. Percakapan banyak terurai di antara kami tentang revisi UU KPK, tentang kontroversi film The Santri, hingga sampai bayangan Pinokio pada foto Jokowi di cover depan majalah Tempo kemarin.

Larut dalam diskusi, kami menarik panjang beberapa tema tersebut pada hukum-hukum agama. Termasuk bagaimana hukum mengilustrasikan seorang peminpin dengan sosok boneka kayu. Entahlah, diskusi berlanjut.

Sontak, di tengah ngalur-ngidulnya diskusi, teman saya yang kebetulan adalah putri dari salah satu pesantren di bandung, melintas terburuh-buru. Ia bersama seorang teman yang saya tidak kenal. Saat

Dalam kitab fathul mu’in (1/208 :

ويسن تشميت العاطس والرد عليه ورفع الصوت من غير مبالغة بالصلاة والسلام عليه صلى الله عليه وسلم عند ذكر الخطيب اسمه أو وصفه صلى الله عليه وسلم. قال شيخنا: ولا يبعد ندب الترضي عن الصحابة بلا رفع صوت وكذا التأمين لدعاء الخطيب انتهى.

Dan disunnahkan membaca doanya orang yang bersin dan menjawabnya, serta mengeraskan suara tanpa berlebihan saat membaca sholawat dan salam kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam ketika khotib menyebut namanya atau menyebut sifatnya Nabi shollallohu alaihi wasallam. Guruku berkata : dan tidak jauh tentang kesunahan membaca rodhiyallohu anhu kepada sahabat tanpa mengeraskan suara, begitu juga membaca amiin sebab do’anya khotib. Selesai. (RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here