Agama dan Islam Di Era Milenial

0
97
Agama dan Islam Di Era Milenial
Agama dan Islam Di Era Milenial

Jika berbicara suatu agama pasti terbesit di pikiran kita bahwa agama adalah suatu ilmu yang membahas suatu keyakinan, sedangkan agama itu sendiri banyak hususnya di Indonesia sendiri mempunyai 6 agama diantaranya : Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, Konghucu dan Katolik. Dalam bahsa arab agama berasal dari kata Addin atau Adlin yang dapat diartikan sebagai tata cara hidup dan juga sebagai peraturan bagaimana hidup yang baik dan benar (way of life). Menurut Elizabeth K. Notthingham dalam buku jalaludin, agama adalah gejala yang begitu sering terdapat di mana-mana, dan agama berkaitan dengan usaha-usaha manusia untuk mengukur dalamnya makna dari keberadaan diri sendiri dan keberadaan alam semesta.

Telah kita ketahui bersama islam adalah salah satu agama atau kepercayaan yang langsung turun dari Allah dengan firmannya melalui malaikta jibril kepada nabi Muhammad SAW sebagai pedoman untuk hidup di dunia, islam sendiri berasal dari kata arab al-islam yang artinya berserah atau menyerahkan diri, karena di dalam islam itu sendiri meyakini bahwa tuhan itu satu yakni Allah SWT maka islam berarti berserah diri kepada Allah. Allah berfirman dalam Al-quran surat ‘Ali Imron ayat 83 yang artinya “ maka apakah mereka mencari agama selain dari agamaku (Allah) padahal kepadanyalah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan kepada Allah lah mereka dikembalikan”.

Dengan demikian dapat kita fahami bahwa salah satu agama yang baik dan benar adalah agama islam, selain itu juga agama islam adalah sebagai salah satu agama yang terahir yang turun meskipun seperti itu agama islam pun sebagai penyempurna untuk agama sebelumnya.

Konstruksi islam di era milenial

Pada era sekarang banyak lahir para tokoh dan faham-faham baru, sehingga banyak beredar di kalangan masyarakat bahwa agama islam  dianggap radikal, tidak ada toleran, dan sering melakukan kekerasan, sehingga banyak masyarakat menganggap citra islam islam itu sendiri sudah sangat buruk. Sedangkan yang kita ketahui bersama agama islam itu sendiri adalah agama yang rahmallil’alamin, seperti sabda Rosulullah yang artinya “ dari Ibnu ‘abas, ia berkata; ditanya pada Rosulullah SAW agamanakah yang paling dicintai Allah ? maka beliau bersabda yang artinya “ yang lurus dan toleran”. Dengan demikian sungguh sangat jelas dan benar bahwa agama islam itu sendiri memang agama yang dicintai dan diridhoi oleh Allah SWT,

Meskipun demikian, masih banyak orang-orang yang kerap kali beberapa pihak mengatasnamakan islam sehingga nilai islam itu sendiri sudah tidak mencerminkan kebaikan dan  kemulyaan, padahal islam itu sendiri mengajarkan bagi para pemeluknya untuk menjaga kedamaian dan keburukan orang lain. Seperti hadits Bukhori dan Muslim yang artinya “ barangsiapa menutup aib seseorang muslim (islam), maka Allah akan menutupi aibnya”.

Selain itu juga di dalam islam di ajarkan untuk menghormati orang lain, karena dengan kita menghargai orang lain maka orang lain enggan untuk tidak menghargai kita, meskipun kita sadar bahwa kita tidak perlu di hargai, akan tetapi dengan kita menghargai orang lain maka kita tidak akan mempunyai penyakit hati, dengki, pemarah, dan sombong. Karena banyak pada era sekarang yang notabeni berbeda pendapat tentang suatu hal, sehinnga dengan perbedaan pendapat itu sendiri membuat kita tidak rukun antar sesama manusia, perbedaan dalam islam adalah sunnatullah yang harus dipahami dan dikaji secara bijak.

Contoh pada zaman dulu ulama’ pun berbeda pendapat tentang menyikapi suatu hukum atau ketetapan sebuah ijtihad, semisal suatu cerita ketika itu Imam Syafi’i bertamuh ke-diaman Imam Malik singkat cerita tibalah waktu untuk solat dan Imam Syafi’i pun menjadi imam solat, dan kita ketahui bahwa imam Syafi’i ketika solat pada saat membaca surat Al-fatiha distu basmalahnya di nyarinkan dan sangat bertentangan dengan ijtihad Imam malik. Akan tetapi Imam Syafi’i sangatlah mengerti dan hormat kepada Imam malik.

Dengan kisah diatas kita dapat memetik sebuah ilmu bagaimana untuk menghargai perbedaan didalam berbangsa dan bernegara, tetapi bukan hanya itu saja kita bahkan di anjurkan untung toleransi terhadap ummat beragama lain . Seperti firman Allah SWT dalam Al-quran surat Al-kafirun ayat 1-6 yang artinya “ katanlah (Muhammad) wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak akan menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak akan pernah (pula) menjadi penyembah yang aku sembah, untukmu agamu dan untukku agamaku”.

Jika kita sadar dan faham akan halnya agam islam itu apa, maka tidaklah akan terjadi sebuah kriminalisasi maupun bentuk-bentuk kejahatan lainnya. Karena sudah jelas di dalam islam kita di anjurkan untuk menghormati orang lain dan kata lain menyeru untuk kebaikan dan mencegah keburukan.(HN/Ibadah.co.id)

Oleh: Muh Mishbahul Muslim

Penulis, adalah Jurusan Ekonomi Manajemen Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (STEI Ahmad Dahlan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here