Peletakan Batu Pertama Museum Rasulullah, JK: Visual Lebih Cepat Dipahami Dibanding Ceramah

0
102
Peletakan Batu Pertama Museum Rasulullah, JK: Visual Lebih Cepat Dipahami Dibanding Ceramah
Peletakan Batu Pertama Museum Rasulullah, JK: Visual Lebih Cepat Dipahami Dibanding Ceramah

Ibadah.co.id – Dalam sambutan peletakkan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Saw. dan Peradaban Islam yang secara resmi dilakukan di Pantai Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu (26/2), Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemahaman melalui visual yang nantinya ada dalam museum itu akan lebih cepat dipahami oleh seseorang dibanding dengan pembahasan sejarah Rasulullah melalui ceramah saja.

Menurut KAHMI ini, untuk mengetahui sejarah Rasulullah tidak cukup dengan itu, sehingga perlu juga disampaikan secara visual melalui museum tersebut.

“Karena dengan visual jauh lebih paham tiga kali lipat kecepatan visual dibanding dengan ceramah, jadi pemahamannya tentu bisa lebih baik,” ungkapnya.

Museum ini didesain seindah dan sebesar mungkin sehingga digadang menjadi Museum Rasulullah terbesar di Indonesia. Peresmian pembangunan museum itu juga ditandai dengan menekan tombol sirine oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, bersama Sekretaris Liga Dunia Islam, Syekh Muhamad bin Abdul Karim Al Issa, Menteri Agama Fachrul Razi, Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A Djalil.

Selain berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan museum Rasullah Saw. itu, JK juga berterima kasih kepada Anies secara khusus yang dalam hal ini telah mencari lahan untuk pembangunan Museum Rasulullah ini, hingga akhirnya dipilihlah lokasi yang cukup strategis di kawasan Ancol.

“Mudah-mudahan nanti museum ini bisa melihat matahari terbit dan terbenam. Di samping juga bagaimana bisa mengetahui dengan jelas sejarah Rasulullah,” ujar Kalla sebagaimana dilansir republika.co.id (26/2/2020).

Mantan wakil presiden ini menjelaskan, umat Islam Indonesia selama ini memang memiliki tradisi maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj yang di dalamnya dilaksanakan ceramah untuk meneladani Rasulullah.

Menggambarkan Sejarah Islam di Indonesia

Di samping itu, menurut JK, museum ini nantinya juga akan menggambarkan sejarah Islam di Indonesia dan peradaban Islam di dunia.

Karena itu, DMI nantinya akan mengundang tokoh-tokoh dan sejarawan Islam untuk mengungkap sejarah masuknya Islam di Indonesia. Kalla berharap, museum Rasullah nantinya bisa dikunjungi sekitar lima juta orang untuk setiap tahunnya.

Namun, menurut dia, museum ini masih banyak membutuhkan tenaga ahli, sehingga dalam waktu dekat akan merekrut ratusan orang untuk membangun museum Rasulullah.

Selain itu, menurut dia, DMI juga akan mengundang ormas-ormas Islam untuk menjadikan Museum Rasulullah sebagai museum yang dinamis, museum yang tidak hanya melihat masa lalu tapi juga bisa melihat masa depan. “Kita ingin membikin museum yang dinamis, bukan yang statis. Ini museum yang dinamis, lengkap diskusinya, risetnya, dan konferensi,” jelasnya. (ed.AS/ibadah.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here