Hukum Fiqih Memandikan Jenazah Terindeksi Virus Corona atau Penyakit Menular

0
225
Hukum Fiqih Memandikan Jenazah Terindeksi Virus Corona atau Penyakit Menular
Hukum Fiqih Memandikan Jenazah Terindeksi Virus Corona atau Penyakit Menular

Ibadah.co.id-Terdapat beberapa perbedaan pendapat ulama fiqih dalam memandikan jenazah orang yang terindeksi virus menular, corona yang sekarang. Sebab, virus ini selain berbahaya juga menyebabkan menular kepada orang yang memandikan jenazah tersebut.

Maka melalui kajian kitab kuning klasik yang dikutip di NU Online, terdapat khilaf ulama mahdzab. Adapun penyebab jenazah mayit tidak dimandikan secara sempurna, yaitu pertama, akibat kebarakan, sehingga jika dimandikan dapat membuat kulit menjadi rusak. Kedua, jenazah meninggal akibat virus berbahaya, seperti judzam (lepra), tha`un, atau virus lainnya sehingga apabila dimandikan dapat menular kepada orang yang memandikannya.

Menanggapi virus corona ini, ulama fiqih memandang sama halnya beberapa hukum yang telah dikemukakan dalam kitabnya. Sebab, penyakit ini berefek sangat besar, selain mematikan juga penularannya sangat cepat.

Maka, pada umumnya fuqaha memperbolehkan tidak memandikan jenazah, melainkan menuangkan air ke jenazah tanpa dibersihkan.

Lalu bagaimana hukum memandikan jenazah bagi penyakit corona? Maka menurut imam Rofii dari kalangan imam Syafii, pengaran kitab al-Syarhu al-Kabir menyampaikan:

وصب على مجروح أمكن الصَّب عليه من غير خشية تقطُّعٍ أو تزلعٍ ماءٌ من غير ذلك ؛ كمجدور ونحوه ، فيُصبُّ الماء عليه إن لم يَخَفْ تزلُّعه أو تقطُّعه فإن لم يُمكن بأن خيف ما ذَكَرَ يُمِّمَ

  “Cukup dituangkan air pada jenazah dengan wabah menular sekedar kemampuan menuangkannya, tanpa unsur khawatir terlepasnya anggota badan jenazah, atau dirusakkan oleh air, dan semacamnya. Seperti orang yang tertimpa cacar misalnya, maka cukup dituangkan air ke badan jenazah, jika tidak takut rusaknya badan jenazah atau terpotongnya. Namun, jika khawatir lepas, atau rusaknya jenazah, sebagaimana yang telah kami sebutkan, maka ditayamumi.” (Al-Syarhu al-Kabir li al-Rafii, Juz 4, halaman 410). (HN/Kontributor)

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/117810/memandikan-jenazah-korban-virus-corona-dan-wabah-berbahaya-lainnya–2-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here