Hukum Shalat Berjamaah untuk Shalat Lima Waktu?

0
216
Hukum Shalat Berjamaah untuk Shalat Lima Waktu?
Hukum Shalat Berjamaah untuk Shalat Lima Waktu?

Ibadah.co.id – Hukum shalat berjamaah masih banyak muncul perdebatan dan pertanyaan tidak hanya di kalangan ulama. Akan tetapi, di kalangan masyarakat. Shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi kita sebagai umat Islam tanpa rasa terbebani oleh hal apapun. Sebab itu, adalah perkara yang wajib.

Terlepas dari persoalan lain, shalat merupakan rukun Islam yang kedua dari nomor satu adalah syahadat, sehingga shalat itu ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Bahkan selama bisa shalat wajib pun kita dituntut untuk melaksanakan ibadah yang sifatnya obligatif. Shalat itu, ibadah yang langsung diperintahkan oleh Allah SWT.

Soal ada perdebatan wajib shalat berjamaah atau tidak itu merupakan konteks hal yang berbeda, tapi dalam tema ini akan dibahas secara sederhana untuk memudahkan pembaca yang butuh ilmu tentang wawasan ini.

Di kalangan ulama berkembang banyak pendapat tentang hukum shalat berjamaah. Ada yang mengatakan fardhu ‘ain, sehingga orang yang tidak ikut shalat berjamaah berdosa. Ada yang mengatakan fardhu kifayah sehingga bila sudah ada shalat jamaah, gugurlah kewajiban orang lain untuk harus shalat berjamaah. Ada yang mengatakan bahwa shalat jamaah hukumnya fardhu kifayah. Dan ada juga yang mengatakan hukumnya sunnah muakkadah.

Berikut kami uraikan masing-masing pendapat yang ada beserta dalil masing-masing.

  • Fardhu Kifayah

Yang mengatakan hal ini adalah Al-Imam AsySyafi’i dan Abu Hanifah. Demikian juga dengan jumhur (mayoritas) ulama baik yang lampau (mutaqaddimin) maupun yang berikutnya (mutaakhkhirin). Termasuk juga pendapat kebanyakan ulama dari kalangan mazhab AlHanafiyah dan Al-Malikiyah.

Dikatakan sebagai fardhu kifayah maksudnya adalah bila sudah ada yang menjalankannya, maka gugurlah kewajiban yang lain untuk melakukannya. Sebaliknya, bila tidak ada satu pun yang menjalankan shalat jamaah, maka berdosalah semua orang yang ada disitu. Hal itu karena shalat jamaah itu adalah bagian dari syiar agama Islam.

Di dalam kitab Raudhatut-Thalibin karya Imam AnNawawi disebutkan bahwa:

Shalat jamaah itu itu hukumnya fardhu ‘ain untuk shalat Jumat. Sedangkan untuk shalat fardhu lainnya, ada beberapa pendapat. Yang paling shahih hukumnya adalah fardhu kifayah, tapi juga ada yang mengatakan hukumnya sunnah dan yang lain lagi mengatakan hukumnya fardhu ‘ain.

Adapun dalil mereka ketika berpendapat seperti di atas adalah :

مامن ثلاثة فى قرية ولابدولاتقام فيهم الصلاة الاقد استحوذ عليهم استحوذعليهم الشيطان فعليك بالجماعة فانما يأكل الذئب القاصية

Dari Abi Darda’. r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah 3 orang yang tinggal di suatu kampung atau pelosok tapi tidak melakukan shalat jamaah, kecuali syetan telah menguasai mereka. Hendaklah kalian berjamaah, sebab srigala itu memakan domba yang lepas dari kawanannya”. (HR Abu Daud dan Nasai)

Dari Malik bin Al-Huwairits bahwa Rasulullah SAW,’Kembalilah kalian kepada keluarga kalian dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka shalat dan perintahkan mereka melakukannya. Bila waktu shalat tiba, maka hendaklah salah seorang kalian melantunkan adzan dan yang paling tua menjadi imam.(HR. Muslim).

Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,’Shalat berjamaah itu lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat. (HR. Muslim).

Al-Khatthabi berkata bahwa kebanyakan ulama As-Syafi’i mengatakan bahwa shalat berjamaah itu hukumnya fardhu kifayah bukan fardhu ‘ain dengan berdasarkan hadits ini.

  1. Fardhu ‘Ain

Yang berpendapat demikian adalah Atha’ bin Abi Rabah, Al-Auza’i, Abu Tsaur, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban, umumnya ulama Al-Hanafiyah dan mazhab Hanabilah. Atho’ berkata bahwa kewajiban yang harus dilakukan dan tidak halal selain itu, yaitu ketika seseorang mendengar Adzan, haruslah dia mendatanginya untuk shalat.

Dalilnya adalah hadits berikut:

Dari Aisyah. r.a berkata, ‘Siapa yang mendengar adzan tapi tidak menjawabnya (dengan shalat), maka dia tidak menginginkan kebaikan dan kebaikan tidak menginginkannya.

Dengan demikian bila seorang muslim meninggalkan shalat jamaah tanpa udzur, dia berdoa namun shalatnya tetap sah.

والذي نفسي بيده لقد هممت أن امربحطب فيحطب ثم امر بالصلاة فيؤذن لها ثم امر رجلا فيؤم الناس ثم اخالف إلى رجال لايشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم

Dari Abu Hurairah. r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda,’Sungguh aku punya keinginan untuk memerintahkan shalat dan didirikan, lalu aku memerintahkan satu orang untuk jadi imam. Kemudian pergi bersamaku dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar menuju ke suatu kaum yang tidak ikut menghadiri shalat dan aku bakar rumah-rumah mereka dengan api”. (HR. Bukhari dan Muslim).(HN/Kontributor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here