Dasar Hukum Puasa Sunnah Syawal

0
73

Ibadah.co.id-Ramadan telah usai, hari kemenangan telah tiba. Berakhirnya puasa Ramadan bukan berarti kesempatan puasa juga berakhir. Usai bulan Ramadan, tepatnya hari kedua dari bulan Syawal ada puasa yang sunnah dilakukan, yakni puasa syawal atau yang lebih dikenal dengan istilah “nyawal”. Puasa ini dilakukan 6 hari setelah hari pertama perayaan Idul Fitri.

Sebagaimana yang telah diceritakan oleh sahabat Ayyub al-Anshari: Abu Ayyub al-Anshari bercerita bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Siapa saja yang puasa Ramadan, kemudian ia melanjutkan dengan enam hari pada bulan Syawal maka jadilah puasanya seperti satu tahun.” (Hadis ini diriwayatkan oleh banyak ulama hadis, di antaranya: Imam Ahmad, Muslim, Abu Daud, At-Tirmizi, al-Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban.)

Sesungguhnya, segala sesuatu yang dianjurkan oleh agama tentunya membawa dampak positif bagi kita. Baik dampak positif terhadap rohani maupun jasmani. Dari Ibnu Umar Ra. Rasulullah Saw bersabda, “Puasa dan al-Quran dapat memberikan syafaat kepada hamba yang mengerjakannya kelak di hari kiamat.”

Puasa mengatakan, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mencegah da’i makan dan nafsu syahwat di siang hari, karena itu izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.”

Sedangkan al-Quran mengatakan, “Wahai Tuhanku, aku mencegah dia dari tidur di malam hari, karena itu izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.” Lalu keduanya diizinkan untuk memberi syafaat. (HR. Al-Baihaqi). (HN/Kontributor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here