Nuansa Idul Adha di Beragam Belahan Dunia

0
19
Nuansa Idul Adha di Beragam Belahan Dunia
Nuansa Idul Adha di Beragam Belahan Dunia

Ibadah.co.id – nuansa Perayaan Idul Adha tahun ini terasa berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya. Hal ini dirasakan hampir di seluruh belahan dunia. Ini terjadi akibat adanya dampak pandemi Covid-19. Mulai dari kesulitan beribadah shalat Idul Adha di rumah, hingga kesulitan membeli hewan qurban akibat pemasukan berkurang.

Seperti dilansir republika.co.id pada 2/08/2020, Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha di tengah ancaman pandemi Covid-19. Muslim merayakannya dengan berqurban dan menyalurkannya ke kelompok yang membutuhkan karena terbatasnya haji tahun ini.

Pandemi Covid-19 menghadirkan kesulitan ekonomi bagi jutaan orang di dunia. Bahkan sebagian dari mereka akan segera jatuh ke lubang kemiskinan. Sebagian Muslim diklaim kesulitan menunaikan qurban seiring memburuknya ekonomi.

Contohnya di Somalia yang mengalami lonjakan tinggi pada harga daging. Abdishakur Dahir yang merupakan seorang PNS di Ibu Kota Mogadishu mengakui baru kali ini tak bisa berqurban karena tingginya kenaikan harga.

“Saya saja sulit beli makan untuk keluarga. Kami hanya coba bertahan hidup sekarang. Hidup kian sulit setiap harinya,” kata Dahir dilansir dari livemint pada Ahad (2/8).

Memburuknya ekonomi turut dirasakan pedagang hewan qurban Oumar Maiga. Ia mengakui bisnisnya kian sulit sejak pandemi covid-19. “Situasinya sulit sekarang, situasi ini belum pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan,” ujar Oumar.

Pandemi Covid-19 juga menyebabkan sebagian Muslim tak bisa berkumpul dengan keluarga. Seperti terjadi di Baghdad, Ibukota Irak dimana mayoritas Muslim merayakan Idul Adha di rumah. Jalan-jalan di Baghdad nampak sepi karena lockdown selama 10 hari yang diterapkan pemerintah.

“Kami sempat berharap lockdown ini akan disudahi selama Idul Adha… Kami terkejut lockdown ternyata masih diterapkan saat Idul Adha,” ujar pemilik kafe di Baghdad, Marwan Madhat.

Sedangkan Muslim di Amerika Serikat harus menerapkan protokol kesehatan saat shalat Idul Adha. Sebagian Muslim lain memilih beribadah di rumah. Muslim di Illinois yang ingin shalat di

Muslim Education Center wajib dicek suhu tubuhnya dan menjaga jarak. Suara Imam kurang terdengar jelas karena memakai masker ketika menyampaikan khutbah. Di Los Angeles, Arfa Faiz bersama beberapa temannya mengadakan perayaan Idul Adha di taman. Ini jauh dari kesan perayaan tahun lalu yang sangat ramai di pantai atau gedung pertemuan. “Biasanya Idul Adha di L.A sangat ramai, banyak kegiatan yang dilakukan,” kenang Faiz. (RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here