Lesbumi PBNU Arsipkan Catatan Harian Kastel Batavia

0
382
Lesbumi PBNU Arsipkan Catatan Harian Kastel Batavia
Lesbumi PBNU Arsipkan Catatan Harian Kastel Batavia

Ibadah.co.id – Catatan Harian Kastel Batavia merupakan sumber informasi terbanyak dan paling ringkas terkait sejarah kepulauan Indonesia, serta kawasan Asia Tenggara pada umumnya. Arsip yang meliputi kurun waktu 184 tahun menyajikan rangkaian data secara sistematis yang tidak dapat ditemukan di tempat lain, terkait kegiatan pelayaran serta aktivitas perdagangan antara Eropa dan Asia, antarAsia dan antarkepulauan Nusantara.

“Arsip ini merujuk pada puluhan ribu surat yang diterima dan dikirimkan selama kurun waktu tersebut. Terkadang, diberikan pula ringkasan isi surat,” kata Ketua Lesbumi PBNU, KH Agus Sunyoto.

Berbicara pada sesi laporan Banom dan lembaga-lembaga NU di arena Rapat Pleno PBNU di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/9) lalu, Kiai Agus mengatakan, bagi para sejarawan, salah satu aspek penting catatan harian tersebut adalah bahwa dalam arsip ini terdapat pula lebih dari dua ribu surat diplomatik yang dikirimkan para penguasa Asia Tenggara ketika itu kepada Pemerintah Agung di Kastel Batavia, serta surat-surat jawaban yang bersangkutan.

Kiai Agus mengatakan, Catatan Harian Kastel Batavia memang merupakan catatan harian karena merupakan catatan yang dibuat setiap hari terkait surat-surat yang masuk dan keluar, kapal-kapal yang tiba berlabuh dan berlayar pergi, berbagai peristiwa dan kegiatan yang terjadi di berbagai kawasan serta urusan keuangan.

“Termasuk laporan keuangan tahunan dari lembaga-lembaga di Batavia,” ujar Kiai Agus Sunyoto.

Pada ‘Zaman Keemasan Perdagangan Nusantara’ pada abad ke-17, lanjut dia, Catatan Harian ini merangkum secara luas dan rinci berbagai macam aktivitas perdagangan dan pelayaran. Termasuk kegiatan VOC sendiri yang tersebar luas di kawasan ini. Dari antara surat-surat yang masuk, adalah surat Amangkurat II yang meminta bantuan VOC untuk menumpas pemberontakan yang dipimpin Troenodjojo.

“Begitupun surat Troenodjojo yang meminta bantuan VOC untuk membantu melawan Mataram. Tentu salinan surat jawaban VOC kepada Amangkurat II tersimpan dalam Catatan Harian Kastel Batavia,” imbuhnya.

Mengingat pentingnya Catatan Harian Kastel Batavia ini bagi kelengkapan sejarah Indonesia di masa lalu, Lesbumi PBNU berkepentingan untuk mengumpulkan dan mengarsipkan Catatan Harian Kastel Batavia atau dalam bahasa Belanda Daghregister Casteel Batavia. Arsip-arsip tersebut sebagian besar sudah didigitalisasi.

“Untuk pengumpulan arsip digital Catatan Harian Kastel Batavia pada tahun 2019 ini, Lesbumi PBNU sudah mengarsipkan sejumlah 1.200.0000 file, yang insyallah pada akhir tahun 2019 sudah lengkap sekitar 1.600.000 file catatan harian (daghregister) antara tahun 1613-1811,” sebut Kiai Agus. (RB/NU Online)