Idul Fitri di Tengah Pandemi

0
171
Idul Fitri di Tengah Pandemi

Ibadah.co.id – Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah tinggal beberapa hari lagi. Kali ini Lebaran bakal berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kegembiraan warga menyambut Lebaran dihantui penyebaran virus corona atau coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang hingga kini belum dapat dikendalikan.

Kendati begitu, warga tetap banyak yang sudah berani keluar rumah untuk mempersiapkan perayaan Idul Fitri. Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) banyak dilanggar di sejumlah tempat dan daerah.

Viral video lautan manusia yang berbelanja di Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, 17 Mei 2020, lalu cukup menghentak banyak pihak. Penampakan serupa juga terjadi di pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan Ciledug, Kota Tangerang, Banten, dan daerah lainnya di Indonesia.

Miris tentunya melihat kondisi itu, seakan sia-sia sudah peraturan PSBB dan imbauan untuk tetap di rumah selama dua bulan ini. Padahal, PSBB cukup membuahkan hasil dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kalau ingin sehat, selamat disiplin patuhi yang sudah dianjurkan oleh pemerintah dan semuanya kita inginkan keluar dari suasana COVID-19 ini.”

Di DKI Jakarta contohnya. Sejak diberlakukan PSBB pada 20 April hingga 20 Mei lalu, jumlah korban dan warga yang terpapar corona menunjukan kurva menurun. Hingga Rabu, 20 Mei 2020 tercatat 6.150 kasus positif COVID-19 di DKI, dengan rincian 493 orang meninggal dunia, 1.425 orang sembuh, 1.969 orang dirawat dan 2.263 orang diisolasi secara mandiri.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa PSBB mulai 22 Mei 2020 hingga 4 Juni 2020. Langkah itu untuk memastikan dampak COVID-19 benar-benar reda atau kondisi mendekati normal.

Namun, DKI tetap menyimpan kekhawatiran angka penularan COVID-19 kembali melonjak jika masyarakat tidak tertib pada saat Lebaran nanti. “Dua bulan yang sudah kita lakukan akhirnya sia-sia, karena kita terlalu bebas. Dua minggu ke depan ini terlalu senggang, ini nantinya berdampak ke kita lagi. Yang tadinya kurvanya sudah turun, jangan sampai melonjak lagi,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov DKI Jakarta Arifin kepada detikX, Rabu, 20 Mei.

Arifin mengajak warga, tokoh masyarakat ,dan pengurus RT/RW agar tetap disiplin, menahan diri saat menyambut Lebaran dalam masa PSBB. “Kalau ingin sehat, selamat, disiplin. Patuhi yang sudah dianjurkan oleh pemerintah dan semuanya kita inginkan keluar dari suasana COVID-19 ini,” pinta Arifin.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria menilai, masyarakat seperti sudah tak mengindahkan imbauan pemerintah. Hal itu terlihat dari banyaknya pasar tradisional, mall dan pasar kaget yang mulai ramai oleh pedagang dan masyarakat.

Sekarang ini adalah saatnya bagi aparat pemerintah seperti gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan kecamatan hingga kelurahan untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa aturan bukan sekadar dibuat, tapi dijalankan dan dipatuhi.

”Saya kira butuh tindakan tegas dari Satpol PP untuk menjalankan tugasnya, dengan mendekati hari-H ini akan lebih banyak orang melakukan hal itu, karena mencari omzet dan sebagainya. Itu kan melanggar dari sisi kesehatan, PSBB, itu melanggar dan harus ditindak,” kata Iman yang dihubungi detikX, Rabu, 20 Mei.

Iman berharap hasil terbaik dari PSBB Jakarta. Apa ruginya bila masyarakat mau menunggu dan mau bersabar sedikit. Dua pekan lagi, PSBB kemungkinan besar dicabut dan tidak perlu diperpanjang lagi. Menyarankan supaya berlebaran di rumah saja bersama keluarga. Tidak usah ke mana-mana, dan juga tidak usah menerima tamu.”

“Makanya saya minta, khususnya warga DKI Jakarta, ayolah kita ikuti anjuran pemerintah. Pak Anies itu melakukan ini karena sayang dengan warganya, dia kan juga seorang muslim, muslim yang lebih fanatik dari saya,” ujarnya.

Imam menjelaskan, Anies mengerti betul tradisi dan tata krama masyarakat ketika Lebaran seperti sungkem dan saling mengunjungi. Namun, kondisi saat ini sedang tidak memungkinkan untuk melakukan itu.

“Jadi memang harus dari masyarakatnya sendiri yang introspeksi diri, karena masyarakat ini kan sebagai garda terdepan dalam menangani Covid-19 ini. Kemudian petugas-petugas juga harus turun dan ekstra keras lagi kerjanya,” tegasnya.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pun meminta masyarakat bersabar dan tidak melakukan kunjungan silaturahim secara fisik dengan pulang ke kampung pada saat Idul Fitri. Silaturahim masih bisa dilakukan dengan teknologi komunikasi seperti telepon, WhatsApp, serta media virtual lainnya. Selain itu, untuk bertemu dengan keluarga di kampung bisa digeser pada hari libur lainnya, yaitu saat Idul Adha tepatnya 30 Juli 2020.

“Jadi sekarang bisa melalui virtual, nanti kita bisa juga bergeser saat Idul Adha bertatap muka, karena libur lebarannya oleh pemerintah akan digeser. Jadi tidak kehilangan sesuatu,” kata Ma’ruf dalam keterangan virtualnya, Rabu, 20 Mei.

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi menyarankan agar masyarakat tidak menerima tamu terlebih dahulu pada Lebaran nanti. Sebab, banyak orang tidak bergejala (OTG) yang dikhawatirkan membawa virus saat bersilaturahim dengan orang lain.

“Menyarankan supaya berlebaran di rumah saja bersama keluarga inti, tidak usah ke mana-mana, dan juga tidak usah menerima tamu. Karena kembali, kita tidak jelas tamu yang datang mungkin membawa virus karena memang banyak sekarang orang tanpa gejala,” kata Fachrul Kamis, 21 Mei 2020.

Seperti halnya Ma’ruf, Fachrul mengatakan silaturahmi bisa dilakukan secara online. Silaturahmi bukan perkara bertemu secara fisik tapi soal kedekatan batin. “Silaturahmi dapat kita lakukan dengan melalui medsos saja, banyak medsos yang tersedia sekarang contoh melalui HP pun bisa,” tandasnya. (RB)