Al-Kimya’: Kajian Pesantren Berbasis Virtual

0
82

Ibadah.co.id- Awal tahun 2020 hingga saat ini berbagai aktivitas mulai dibatasi dan dianjurkan untuk tetap berada di rumah. Hal ini diakibatkan karena adanya pandemic virus Covid-19. Dengan keadaan yang tidak mementu seperti sekarang, tidak lantas kita harus berdiam tanpa melakukan apapun. Hal inilah yang membuat Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur yang mencoba berinovasi membuat Pesantren secara virtual.


Kesungguhan LTNNU Jawa Timur ini dibuktikan dengan adanya pertemuan antara PT Telkom Regional V yang mencakup daerah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.Pertemuan dilakukan di Gedung pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
“Pertemuan dalam rangka penandatangan kerja sama antara PW LTNNU Jatim dengan perwakilan PT Telkom Regional V,” ucap Ahmad Karomi selaku Sekretaris LTNNU.


Dia menambahkan bahwa pertemuan kali ini menghasilkan kerja sama guna mengembangkan Al-Kimya’ (madrasah virtual)
“Itu adalah madrasah virtual rintisan yang dikelolah oleh PW LTNNU Jawa Timur,” imbuhnya.


Menurutnya, Al-Kimya’ ini akan mempertemukan dan saling mendukung antara PW LTNNU Jawa Timur dengan Telkom dalam bidang dakwah virtual.
“Al-Kimya’ sendiri merupakan madrasah virtual di mana akan mengacu terhadap kurikulum yang ada di pondok pesantren pada umumnya,” ucapnya.


Muta’alim atau santri akan ditempatkan di kelas-kelas berbeda tergantung dari tingkatan tes yang diambil ketika awal akan mengikuti program belajar sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
“Setelah lulus dari madrasah virtual nantinya, para mutakharrijin atau alumni pesantren memiliki kepedulian dengan ruang virtual, sehingga kajian ala pesantren semakin marak,” ucapnya.


Al-kimya’ meskipun berbentuk madrasah virtual, guru yang menjadi pengajar adalah mereka yang sudah ahli dalam bidangnya. Sanad dari guru tersebut juga merupakan sanad yang jelas.
“Hal ini tentu saja berbeda dengan orang yang hanya mengaji di media sosial karena tidak mengerti sanad keilmuan,” jelasnya.


Kedepannya, madrasah virtual ini akan memanfaatkan platform trueconf yang memiliki market place yang terhubung dengan Aneeq.id. Proses pembelajarannya akan sesuai dengan jam masing-masing sesuai kelas yang diambil.
“Namun begitu, eksistensi madrasah virtual ini tidak akan menganggu madrasah offline lain. Justru dengan ini akan menarik minat lebih jauh masyarakat agar tertarik dengan pondok pesantren,” imbuhnya. (DAF)