Balai Litbang Agama Jakarta Bahas Manuskrip Bernilai Kebangsaan, Salah Satunya Naskah Tuanku Imam Bonjol

    0
    18
    Balai Litbang Agama Jakarta Bahas Manuskrip Bernilai Kebangsaan, Salah Satunya Naskah Tuanku Imam Bonjol
    Balai Litbang Agama Jakarta Bahas Manuskrip Bernilai Kebangsaan, Salah Satunya Naskah Tuanku Imam Bonjol

    Ibadah.co.id – Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta tengah menyelenggarakan kegiatan pengembangan bidang lektur dan Pendidikan keagamaan. Kegiatan ini berupa webinar dengan tema “Manuskrip Keagamaan dan Nilai Kebangsaan” yang diselenggarakan pada Kamis, (17/9/2020) melalui virtual conference.

    Dalam webinar yang berseri ini, diawali dengan pemaparan Pramono, akademisi Universitas Andalas Padang.  Ia memaparkan tema “Ulama dan Bela Negara: Perbincangan terhadap Naskah-Naskah Karya Ulama Minangkabau tentang Nasionalisme Kebangsaan”.

    Menurutnya banyak sekali ulama yang meninggalkan naskah yang berisi nilai-nilai kebangsaan. Surau, menurutnya menjadi scriptorium naskah-naskah yang penting di wilayah Minangkabau.

    Salah satu naskah yang ia paparkan adalah Naskah Tuanku Imam Bonjol.

    Akademisi Fakultas Ilmu Budaya ini mengungkapkan bahwa naskah ini ditulis secara langsung oleh Tuanku Imam Bonjol bersama putranya yang bernama Naali Sutan Caniago.

    Naskah ini pun terbagi menjadi tiga bagian.

    “Naskah ini terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama merupakan memoir Tuanku Imam Bonjol. Bagian Kedua memoir putranya, dan bagian ketiga berisi notulen dua rapat yang diadakan di dataran tinggi Minangkabau pada 1865 dan 1875,” paparnya.

    Lanjutnya, Naskah Tuanku Imam Bonjol pernah hilang selama dua puluhan tahun.

    “Manuskrip asli Tuanku Imam Bonjol pernah hilang selama dua puluhan tahun, sejak yang terakhir dipamerkan di festival Istiqlal pertama di Jakarta pada tahun 1991,” imbuhnya.

    Adapun naskah Tuanku Imam Bonjol ini, pernah ditransliterasikan oleh Safnir Abu Naim pada tahun 1984, dan kemudian diterbitkan oleh PPIM 2004.

    Selain naskah tersebut, terdapat juga naskah-naskah lain yang dibahas. Seperti Syair Perang Kamang dan catatan rapat ordinansi Sekolah Liar yang dipelopori oleh HAKA (Haji Rasul) pada tahun 1932.

    Hadir dalam seminar ini Ketua Umum Manassa (Masyarakat Pernaskahan Nusantara) Munawar Holil sebagai pemantik bersama dengan Zulkarnain Yani. (ZA)