Corona Mulai Reda, Virus Ekstremis Tuai Perpecahan

0
142

Ibadah.co.id-Virus radikalisme harus terus diwaspadai. Masyarakat diingatkan jangan mudah terprovokasi karena ditakutkan akan menimbulkan benturan. Perbedaan yang ada harus disikapi secara bijak agar tak terjadi perpecahan.

“Virus radikalisme tentu tidak boleh didiamkan, karena virus-virus seperti itu juga berbahaya bagi keberlangsungan bangsa ini, apalagi kalau sampai mempengaruhi pemikiran manusia,” ujar Ketua Bidang Garapan Hubungan Lembaga dan Organisasi (Garhubanlog) Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis) Mohamad Faisal Nursyamsi dalam keterangannya, Jumat (19/6).

Menurutnya, perbedaan pendapat antar-individu atau kelompok adalah hal biasa. Dalam Islam, dia mencontohkan, diperbolehkan adanya perbedaan karena itu memang satu hal yang wajar. Tetapi setelah itu masing-masing harus saling menghormati.

“Hal inilah yang harus ditanamkan kepada masyarakat agar jangan mudah terhasut atau terprovokasi,” terangnya

Dia mengatakan bahwa ormas-ormas keagaman di luar Islam ini juga perlu dirangkul dengan tujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan serta solidaritas sebagai bangsa di antara semua agama yang ada di Indonesia ini.

“Jadi bukan hanya sekadar untuk saling toleransi saja, melainkan juga untuk saling tolong-menolong, bergandengan tangan, bergotong royong sebagaimana yang kita harapkan itu semua perlu kita rangkul,” tuturnya.

Faisal mengatakan, sebagai upaya mencegah penyebaran paham radikal terorisme di masyarakat tentunya harus ada persamaan persepsi terlebih dahulu antara pemerintah dengan ormas-ormas Islam. Seperti yang selama ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang telah melakukan pertemuan dengan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) beberapa hari lalu.

“Sehingga masyarakat juga bisa yakin, karena tidak mungkinlah pemerintah itu mau menghancurkan bangsanya atau rakyatnya. Itu yang penting harus melakukan komunikasi antara pemerintah dengan ormas,” ujarnya.

Faisal mengungkapkan bahwa memang tujuan LPOI ini membantu pemerintah yang salah satunya untuk mencegah penyebaran virus radikalisme di masyarakat. Faisal juga mengutarakan bahwa dengan pertemuan itu pihaknya juga ingin saling bersama-sama meyakinkan bahwa ketika bicara teroris itu stigmanya tidak diidentikkan dengan Islam. “Kami, juga sudah berkomitmen untuk memberantas virus radikal tersebut di masyarakat,” tandasnya. (RB)