Kemenag Launching Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama, Wamenag: Bukan Sertifikasi Penceramah, Tapi Pembinaan

0
27
Kemenag Launching Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama, Wamenag: Bukan Sertifikasi Penceramah, Tapi Pembinaan
Kemenag Launching Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama, Wamenag: Bukan Sertifikasi Penceramah, Tapi Pembinaan/kemenag/

Ibadah.co.id – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI)  Zainut Tauhid Sa’adi melaunching Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama yang dihadiri lebih sembilan puluh penceramah perwakilan dari 53 lembaga sosial keagamaan.

Dalam sambutannya, Wamenag mengatakan, program ini bukan hanya sertifikasi penceramah, namun lebih pada teknis pembinaan dalam rangka penguatan kompetensi penceramah agama.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam, tapi juga Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, serta Pusat Pembinaan dan Pendidikan (Pusbindik) Khonghucu,” ujarnya, di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag.go.id, Sabtu (19/09).

Dia menambahkan, program ini bukan sertifikasi penceramah namun lebih pada pembinaan. Di dalamnya pun tidak ada paksaan untuk mengikuti. Maka, seorang dai atau penceramah yang tidak ikut Bimtek, ia tidak terhalang haknya untuk terus berdakwah.

“Kemenag akan menjalin kerjasama dengan Majelis serta Lembaga atau Ormas Keagamaan,” imbuhnya.

Menurut Wamenag, Kementerian Agama sangat concern dalam mendorong penceramah dalam bidang keagamaan. Sebab, laju modernisasi semakin meluas hingga mancangkup aspek paling kecil dalam sosial kemasyarakatan. Oleh karenanya, Wamenag yakin, para penceramah dapat menyampaikan nilai – nilai keagamaan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan Penceramaah Agama Bersertifikat. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi para penceramah agama sehingga dapat memenuhi tuntutan zaman dan sekaligus meneguhkan perannya di tengah modernitas. Tak bisa dipungkiri bahwa ada banyak perubahan zaman yang harus kita jawab dengan perspektif yang moderat,” jelasnya.

Wamenag berharap adanya program ini dapat menambah wawasan bagi para penceramah dan memiliki integritas kebangsaan yang tinggi untuk mensyiarkan keberagamaan yang moderat langsung kepada masyarakat.

“Kita berharap langkah pembinaan semakin menjawab apa yang dibutuhkan umat, bangsa dan negara,” imbuhnya. (HN/Kontributor)