Pakar Tafsir Alquran Ahsin Sakho Ungkap Sikap Saat Pandemi Covid-19

0
71
Pakar Tafsir Alquran Ahsin Sakho Ungkap Sikap Saat Pandemi Covid-19
Pakar Tafsir Alquran Ahsin Sakho Ungkap Sikap Saat Pandemi Covid-19

Ibadah.co.id – Pakar Tafsir Alquran Ahsin Sakho mengungkap sikap seharusnya seorang muslim dalam kondisi pandemi covid-19. Dalam kondisi seperti ini, banyak orang yang mulai putus asa karena banyak faktor, bisa jadi karena kurangnya pendapatan, bosan di rumah, dan lain sebagainya.

Seperti dilansir republika.co.id pada 09/07/2020, pandemi Covid-19 masih menyelimuti hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam situasi seperti ini, penting bagi umat Islam untuk menjauh dari sikap berputus asa.

“Pertama, harus bersabar, berobat, dan bertawakal,” ujar pakar tafsir Alquran Ahsin Sakho Muhammad dalam sambungan telepon, Rabu (8/7).

Sikap sabar ini harus dibarengi dan diisi dengan lebih sering membaca Alquran, kemudian berdzikir dengan membaca istighfar. Selain itu, juga ditambah dengan memperbanyak membaca doanya Nabi Adam AS, yaitu rabbana dzalamna anfusana waillam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khosirin. Kemudian juga membaca doa Nabi Yunus, yakni lailaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadhdholimin.

“Kita itu hamba Allah, segela sesuatu yang sampai kepada kita itu atas izin Allah. Jadi semuanya kita serahkan kepada Allah,” katanya.

Ahsin menambahkan, bisa saja apa yang menimpa seseorang tersebut sebagai bentuk ujian terhadap keimanannya. Bahkan jika melihat dari kacamata sufi, maka akan melihat ujian tersebut sebagai anugrah karena akan meningkatkan derajatnya.

Oleh karena itu, umat Islam dilarang berputus asa saat dalam situasi pandemi ini. Jika putus asa, kata dia, artinya seseorang tersebut telah meninggalkan Allah.

“Kalau orang putus asa itu seakan-akan Allah itu sudah tidak peduli terhadap seseorang, padahal Allah itu kalau disapa, kalau diminta Allah akan tanggap. Hanya saja untuk penyembuhan itu kadangkala membutuhkan waktu. Allah itu tidak boleh ditinggalkan, orang yang putus asa itu seperti meninggalkan Allah,” ucapnya.

“Jadi dengan dzikir, sholat, bawa tasbih ya, nanti akan ada kejutan-kejutan. Allah akan bisa membalikkan situasi hati nurani yang tadinya sedih menjadi senang,” katanya. (RB)