Pekan Restoran Halal Korea Di Era Pandemi Covid-19

0
33

Ibadah.co.id- Adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan perjalanan luar negeri masih dibatasi. Namun, Organisasi Pariwisata Korea (KTO) tetap ingin aktif berinteraksi dengan wisatawan muslim. Maka dari itu, KTO berusaha tetap menyajikan pesta visual tentang video-video bertemakan halal guna membangkitkan selera wisatawan. Acara ini merupakan bagian dari Pekan Restoran Halal Korea edisi 2020.


Dilansir dari republika.co.id pada Rabu (09/09/20), Pekan Restoran Halal Korea 2020 menyajikan berbagai video tentang makanan halal guna menarik wisatawan muslim untuk mengunjungi Korea Selatan nantinya. Tahun ini adalah tahun kelima dan dirancang untuk menyoroti restoran halal di Korea Selatan.


Dilansir di TTG Asia, Rabu (9/9), video pertama berjudul Halal K-Food Cooking Studio. Video tersebut akan menampilkan resep makanan Korea yang halal. Dipandu oleh chef Choi Gwang-ho (juara MasterChef Korea Season 3), acara ini akan menampilkan resep masakan Korea yang populer seperti bibimbap, tteokbokki dan ramyeon (ramen ala Korea), menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di luar Korea Selatan.


Kemudian, video kedua berjudul Halal Restaurant Tasty Party. Di video tersebut, ekspatriat Muslim di Korsel akan mengulas sejumlah restoran ramah halal yang terkenal di Seoul. Panel tersebut akan memperkenalkan beberapa restoran yang berpartisipasi dalam acara Pekan Restoran Halal Korea dan mempromosikan berbagai makanan halal. Makanan tersebut mulai dari yang tradisional seperti shakshouka (telur rebus dengan saus tomat pedas) dan kebab hingga hidangan campuran seperti bulgogi halal.


Terdapat 10 video akan diunggah antara 14 September dan 16 November 2020 di saluran YouTube KTO. Video baru akan dirilis setiap Senin. Berkaitan dengan acara tersebut, para penonton akan memiliki kesempatan untuk memenangkan kartu hadiah ketika mereka mengunggah foto atau video tentang mereka sendiri tengah membuat hidangan yang diperkenalkan di video pertama di Halal TV di akun media sosial mereka. Mereka juga harus mencantumkan tautan di bagian komentar, atau menulis komentar tentang video tersebut. (DAF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here