Penyiar TV Berjilbab Pertama Di Skotlandia Bernama Tasnim Nazeer

0
52
Penyiar TV Berjilbab Pertama Di Skotlandia Bernama Tasnim Nazeer

Ibadah.co.id- Menjadi Muslimah Berjilbab tidak menyurutkan langkah Tasnim Nazeer untuk tetap berkarya. Dilansir dari republika.co.id, Tasnim diketahui merupakan salah satu perempuan berjilbab pertama di Skotlandia yang menjadi penyiar di STV News setelah 10 tahun berkarier.


Kemudian dia bercerita bahwa apa yang dia dapatkan sekarang tidaklah instan. Tasnim telah bekerja keras selama ini untuk meyakinkan stasiun TV tempat dia bekerja.
“Saya bertemu orang-orang yang mengatakan dunia penyiaran bukan tempat bagi Muslimah, melainkan hanya untuk ras kulit putih seperti kita lihat setiap hari di layar kaca,” ucap Tansim dilansir dari Middle East Monitor, (24/8).


Tasnim memperdalam kemampuan Jurnalistiknya dengan berita-berita isu Timur Tengah, ketidakadilan, korupsi, dan kriminal. Dia meliput bencana tsunami untuk pertama kalinya pada 2004 dan terbit di Koran Sri Lanka.


Ia mendapat gelar master di bidang jurnalisme internasional. Sepanjang kariernya, Tasnim pernah bekerja untuk berbagai media seperti The Guardian, Aljazirah, The Independent, dan CNN.


Sebagai Jurnalis berjilabab, dia juga mendapatkan gelar master jurnalisme internasional. Tasnim pernah bekerja di beberapa media seperti The Guardian, Al-Jazirah, The Independent, dan CNN.
“Diskriminasi sungguh terasa saat saya bekerja lepas di lembaga dimana tak ada ras kulit hitam atau orang Asia di dalamnya,” ujarnya.


Kemudian dalam sepanjang kariernya, Tasmin pernah mendapatkan ujian berupa perintah untuk membuka jilbabnya supaya dia dapat berkarier lebih baik. Namun dia tetap bertahap dengan prinsipnya.
“Mereka pikir saya akan terpengaruh ajakan itu. Saya tak tahu apa yang akan dikatakan tapi saya tahu ini bukan tempat saya jika mereka berideologi seperti itu,” tuturnya.


Terakhir, menurutnya media massa dirasa kurang mewakili masyarakat yang memang beragam masyarakatnya. Namun hal itu tidak menghentikan langkahnya untuk berjilbab sebagai seorang muslimah.
“Saya ingin mencapai posisi pekerjaan sambil mempertahankan identitas Muslimah,” kata Tasnim. (DAF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here