Sosok KH. Mas Alwi Abdul Aziz

0
70
Sosok KH. Mas Alwi Abdul Aziz

Ibadah.co.id- KH Mas Alwi Abdul Aziz merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam proses lahirnya NU. Beliau termasuk keturunan Kyai besar bernama Kyai Abdul Azis Al-Zamadghon yang merupakan salah satu keluarga Sunan Ampel. Beliau pernah menuntut ilmu di pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura dan melanjutkan menuntut ilmu di Pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo dan kemudian ke Makkah.

Tentang kelahiran beliau, tidak ada data yang pasti menunjukkan tentang kelahiran Kyai Mas Alwi Abdul Aziz. Hanya saja ada beberapa petunjuk tentang usia beliau, seperti dari kisah Kyai Mujib Ridlwan bahwa ketiga Kyai tersebut menjalin tali persahabatan , ketiga Kyai tersebut adalah Kyai Ridlwan Abdullah, Kyai Wahab Hasbullah dan Kyai Mas Alwi yang diketahui tidak bebrbeda jauh dari segi usia. Pada saat awal berdirinya NU tahun 1926, usia Kyai Ridlwan 40 tahun, Kyai Wahab 37 tahun, dan Kyai Mas Alwi 35 tahun. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa Kyai Mas Alwi diperkirakan lahir antara tahun 1890an.

Ketiga Kyai di atas, yakni Kyai Ridlwan Abdullah, Kyai Wahab Hasbullah dan Kyai Mas Alwi sudah lama bersahabat jauh sebelum sama-sama mendirikan Sekolah Nahdlatul Wathan.  Diketahui ketiganya telah bersahabat sejak berada di Pesantren Syaikhona Kholil bangkalan, Madura. Kemudian, Kyai Ridlwan menceritakan kisahnya kepada putranya Kyai Mujib bahwa Kyai Wahab dan Kyai Mas Alwi merupakan sosok yang sudah terlihat cerdas dan hebat semasa mereka berada di Pondok.

Melansir dari laduni.co.id pada Selasa (08/09/20), Kyai Mas Alwi, Kyai Ridlwan Abdullah, Kyai Wahab Hasbullah dan Kyai Mansur adalah keempat sosok yang ikut andil dalam proses berdirinya Sekolah Nahdlatul Wathon. Pada saat itu, Kyai Mas Mansur menjadi kepala sekolah sebelum pada akhirnya  mengikuti pemikiran pembaharuan Islam di Mesir yang pada akhirnya menjadi pengikut Muhammadiyah.

Pada saat itu sedang hangat-hangatnya isu pembaharuan Islam, Kyai Mas Mansur yang merupakan adik mas Alwi pergi ke Mesir guna mempelajarinya kepada Muhammad Abduh. Karena memang Mas Mansur adalah salah satu yang terlahir dari keluarga berada dan mampu secara finansial untuk menuntut ilmu sampai ke Mesir. Sedangkan Kyai berkeyakinan bahwa pembaharuan itu tempatnya ada di Eropa. Maka dari itu, beliau pergi ke Belanda dan Prancis dengan menggunakan pelayaran untuk berusaha mencari tahu apa sebenarnya pembaharuan itu di Eropa.


Pada masa itu, orang yang pergi berlayar dan bekerja di pelayaran terkenal dengan stigma negative dan sangat memalukan bagi keluarga. Hal tersebut terjadi karena orang yang bekerja di pelayaran terkenal selalu melakukan judi, zina, mabuk, dan hal-hal negatif  lain. Oleh sebab itu, Kyai Mas Alwi diusir dari rumah dan dikeluarkan dari silsilah keluarganya.

Setelah tiba kembali di Indonesia, Kyai Mas Alwi dikucilkan oleh para sahabat dan tetangganya. Dan kemudian Kyai Mas Alwi membuka sebuah warung kecil untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhirnya, Kyai Ridlwan datang mengunjunginya dan menannyakan apa tujuan Kyai Mas Alwi pergi berlayar. Akhirnya Kyai Mas Alwi menceritakan tujuannya pergi ke Eropa yaitu ingin mengetahui apa itu pembaharuan yang tepat. Karena beliau masih berkeyakinan bahwa Kyai Mas Mansur pergi ke Mesir dan mencari tahu tentang Pembaharuan adalah tidak tepat.

Kemudian Kyai Mas Alwi kembali menjelaskan bahwa pembaharuan yang ada di Mesir sudah tidak murni lagi dan sudah ada di bawah kuasa orang tertentu. Menurut Kyai Mas Alwi Islam itu sudah sempurna dan sudah tidak ada hal yang perlu untuk diperbaharui. Sesuai dengan apa yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an:

“… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (Al-Maidah: 3).

Beliau menjelaskan lagi bahwa inti perjalanan beliau ke Eropa adalah untuk menemukan makna sebenarnya dari pembaharuan yang ada dalam dunia Islam yaitu upaya pecah belah yang telah disebar luaskan oleh dunia Barat. Di Eropa Kyai Mas Alwi memasuki perpustakaan-perpustakaan yang ada untuk mencari tahu tentang pembaharuan. Langkah nyatanya dia lakukan dengan menikahi wanita Belanda yang sudah beliau arahkan utnuk masuk islam terlebih dahulu. Dengan demikian, beliau dapat dengan mudah menjelajahi setiap perpustakaan yang ada di sana satu per satu.

Kyai Ridlwan akhirnya mengerti alasan sebenarnya dari kepergian Kyai Mas Alwi ke Eropa. Dan mengajak beliau untuk kembali mengajar di Sekolah nahdlatul Wathan. Keesokan harinya Kyai Mas Alwi kembali ke sekolah dengan membawa uang hasil penjualan warungnya. Akhirnya sekolah kembali berjalan dan dibesarkan oleh dua Kyai hebat tersebut. (DAF)