Jilbab dan Perubahannya di Indonesia

0
94
Jilbab dan Perubahannya di Indonesia

Ibadah.co.id –Jilbab di era sekarang sudah menjadi tren dan dipakai oleh mayoritas kalangan masyarakat muslim Indonesia. Tapi bagaimana sih tren perubahan jilbab dari masa ke masa?

Jilbab sendiri memiliki jejak perkembangan yang sangat pesat dan dimulai Ketika awal kemerdekaan. Perempuan Indonesia pada saat itu sudah mulai menggunakan Jilbab yang biasa disebut kerudung. Bentuk jilbab pada masa ini masih sangat sederhana berupa kain yang di pakai di kepala dan menutupi sebagian rambut kepala perempuan, seperti yang dipakai oleh tokoh wanita zaman itu. Ibu Fatmawati adalah salah satunya. beliau menggunakan kain berenda yang dijadikan kerudung.  Hanya dikenal oleh kalangan santri perempuan yang mondok di pesantren. Perempuan pada zaman ini masih banyak yang menggunakan kebaya dan pakaian tradisional lain khas Indonesia. Bahkan dari foto-foto perjuangan pahlawan perempuan terdahulu banyak yang tidak memakai jilbab.

Kemudian pada tahun 70-80an sempat dilarang untuk berjilbab. Tepatnya masa orde baru Ketika ada sebuah SK Dirjen Dikdasmen No.052 tahun 1982 yang berisi tentang pelarangan jilbab untuk pelajar SMA Negeri.  Sekolah swasta atau sekolah negeri yang mewajibkan semuanya berjilbab yang hanya diberi izin untuk berjilbab.

Pada tahun 90an jilbab yang banyak digunakan adalah gaya klasik. Perpaduan antara kerudung dan peniti yang digunakan membuat perempuan yang berjilbab terasa semakin anggun dan sederhana. Dan awal 2000an jilbab mulai terkenal dengan gaya jilbab praktis dililitkan di leher.

Perkembangan selanjutnya terjadi pada zaman milenial. Zaman di mana semua sudah sangat maju dan serba praktis. Pada masa ini, gaya berjilbab sudah beragam dengan model yang kekinian. Pada masa ini, kebebasan berjilbab sudah sangat mendunia bagi siapapun perempuan muslim yang memakainya.

Teknologi yang semakin berkembangpun sangat mempengaruhi perempuan dunia khususnya Indonesia untuk berjilbab . Islam tak pernah datang dengan kekerasan dan selalu memberikan kedamaian bagi penganutnya. Itulah proses perempuan Islam Indonesia  berjilbab tanpa paksaan. Berbagai macam akulturasi atau perpaduan agama serta budaya menjadikan proses itu terlihat indah, dan tentunya membahagiakan bagi perempuan Indonesia yang memutuskan untuk berjilbab. (DAF)