Silaturahim Erick Thohir di Pesantren Kyai Said, NU Komitmen Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

0
115
Silaturahim Erick Thohir di Pesantren Kyai Said, NU Komitmen Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
Silaturahim Erick Thohir di Pesantren Kyai Said, NU Komitmen Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta, Ibadah.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siraj meneguhkan komitmen NU terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

“NU tidak akan bergeser sedikit pun komitmen untuk negeri,” ungkapnya bertepatan dengan silaturahim Menteri BUMN Erick Thohir pada Jumat, (04/08/2020) di aula Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ia juga mengungkapkan, bahwa NU sedari awal munculnya Covid-19 membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid yang mengedukasi dan menangani hingga di dusun-dusun.

“PBNU telah membentuk satgas Covid-19 sejak awal. Pemulihan Ekonomi Nasional kita dukung semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini juga menguatkan, NU dengan berbagai transformasi di bidang ekonomi, siap membantu program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“NU terus mendorong kemandirian, misalnya Lazisnu pada tahun 2020 ini bisa mengumpulkan 1,5 triliyun dengan berbagai transformasi. Dalam konteks membangun ekonomi dan bidang lainnya, di sini lengkap pengurus NU. Semoga BUMN bisa berkolaborasi dengan berbagai lembaga/bidang dengan NU,” imbuhnya.

Dalam kunjungan ini, Ketua Umum Komite Penanganan Covid-19 dan Pemuluhan ekonomi Nasional juga menyampaikan beberapa poin kerjasama, seperti peningkatan SDM, kerjasama CSR, serta beberapa usaha kecil dan mikro (UKM).

Kerjasama yang dilakukan antara BUMN dan PBNU ini merupakan lanjutan dari diskusi yang pernah dilakukan Perkumpulan Profesional dan Pengusaha Nahdliyin (P2N) pada Rabu, (12/08) bulan lalu, dengan tema “BUMN Lokomotif Pemulihan Ekkonomi dan Kesejahteraan Rakyat di Era Covid-19”.

Dalam silatirahim ini, Erick Thohir menegaskan agar kerjasama BUMN dan PBNU dibuat roadmap yang strategis.

“Kita harus buat roadmap, bukan hanya tanda tangan. Dengan keseriusan, semoga satu dua tahun itu ada hasilnya,” pungkasnya. (ZA)