Take a fresh look at your lifestyle.

Didepan Peserta Mukernas Rabitha Alawiyah Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Tanggung Jawab Kita Soal Keumatan dan Kebangsaan

0 117

Ibadah.co.id – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menegaskan kembali soal tanggung jawab kita sebagai pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara serta mementingkan persoalan-persoalan keumatan. Itu disampaiakan wapres saat membuka Musyawarah Kerja Nasional 2 Rabithah Alawiyah yang digelar di Jakarta pada 6-8 Desember 2019.

“Paling tidak kita punya dua tanggung jawab besar yang harus kita (pemerintah dan masyarakat) lakukan, yakni tanggung jawab keumatan dan kebangsaan serta kenegaraan,” kata Ma’ruf saat menyampaikan pidato di pembukaan Mukernas 2 Rabithah Alawiyah di Jakarta, Jumat malam, (06/12/2019).

Terkait tanggung jawab keumatan itu, Wapres menyebut pentingnya masyarakat beserta masyarakat khususnya organisasi masyarakat -organisasi keagamaan dan sosial -untuk sama-sama menjaga aqidah umat. Jangan sampai aqidah mereka melenceng dari yang semestinya.

Kiai Ma’ruf mencontohkan akidah menyimpang itu seperti menganggap adanya nabi setelah Nabi Muhammad Saw.

Selain itu penting menekankan apa yang umat konsusmsi itu terjaga dari hal-hal yang tidak baik dan haram. Wapres mengatakan kalau pihaknya terus meningkatkan pelayanan terkait dengan perekonomian syariah, baik dari sisi industri bisnisnya maupun dari peraturannya.

“Kita juga menjaga umat dari mengkonsumsi meminum (dan makanan) yang tidak halal, karena itu kita kembangkan upaya-upaya untuk melakukan sertifikasi halal. Kita juga melakukan perbaikan umat baik dalam segi pendidikan maupun ekonomi,” katanya.

Wapres juga menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama bertang jawab menjaga keutuhan kebangsa dan negara.

Terkait dengan itu, Ma’ruf menyebut dalam sejarahnya para ulama dan santri berjasa untuk merebut dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Peran para pendiri bangsa yang di dalamnya terdapat umat Islam tidak bisa dilupakan begitu saja.

Maka, kata dia, setiap unsur umat Islam di masa kini harus turut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdiri atas kesepakatan.

Poin selanjutnya yang tak kalah penting adalah menjaga persatuan antar umat Islam yang akhir-akhir ini banyak mendapatkan tantangan. Dalam keberagaman umat Islam di Indonesia, mestinya menjadi keuntungan tersendiri bila bersatu. Umat Islam dan seluruh unsur bangsa jangan sampai umat berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi.

Alasannya, kata dia, tidak akan mungkin tercapai tujuan tanpa adanya gerakan bersama. Maka umat perlu menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada. (ed.AS/ibaadah.co.id/antara).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy