Take a fresh look at your lifestyle.

Dunia Ini Fana, Akhirat Adalah Tujuan Utama

0 2,494

Ibadah.co.id – Kematian merupakan hal yang sudah pasti bagi setiap jiwa, meskipun masih banyak orang yang terkadang melupakan akan hal itu, kematian adalah takdir yang akan dihapai oleh siapaun yang bernyawa.

Firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 185 berbunyi:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kullu nafsin dzaiqatul maut. Wa innama tuwaffauna ujurakum yaumal-qiyamati faman zuhziha ani-nari wa udkhilal-jannata faqad faaza. Wa mal hayatuddunya illa mata’ul-ghurur,”.

Yang artinya: “Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Dan sesungguhnya kalian akan dibayar dengan balasan penuh di hari kebangkitan. Maka barangsiapa yang telah dikeluarkan dari api negeraka dan diizinkan untuk masuk surga, sungguh dia sangat beruntung. Dan kehidupan dunia ini tidak lain adalah suatu tipuan,”.

Allamah Kamal Faqih Imani, dalam kitabnya “Tafsir Nurul Iman” menyebutkan setiap manusia memang akan menghadapi kematian. Kematian merupakan takdir yang umum untuk menghampiri setiap jiwa.

Dalam ayat tersebut, beliau menjelaskan, setelah kehidupan di dunia ini ada tahap penerimaan hasil dari perbuatan. Baik berupa pahala maupun hukuman yang akan dimulai. Lantas, ayat tersebut juga menjelaskan mengenai mereka yang akan keluar dari cengkraman api neraka dan diselamatkan.

Diibaratkan, manusia dapat tertarik oleh api neraka. Beberapa faktor yang menarik manusia kepadanya adalah daya tarik yang sangat mengejutkan. Namun hal yang menyelamatkan manusia dari hal itu bukanlah hasrat, kesenangan seksual yang tidak halal, jabatan dan harta yang tidak halal yang menyelamatkan manusia dari neraka. Yang menyelamatkan manusia adalah iman dan takwa.

Sifat dunia yang fana tergambar jelas dalam ayat tersebut. Cita-cita tidak seharusnya diarahkan kepada hal-hal kesenangan dunia semata, tujuan akhir manusia semestianya bukan soal hal serupa. Manusia seharusnya menjadikan alam dan seisinya sebagai bahan untuk semakin mendekatkan diri kepada sang pencipta.(HN/Kontributor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy