Islam Siap Sambut Ramadan Dengan Segala Kondisi

0
260
Ramadhan

Ibadah.co.id – Bulan ramadan adalah bulan ke sembilan dalam kalender Islam, dan dirayakan umat Muslim di seluruh dunia dengan berpuasa. puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu.

Di bulan suci ini, masjid akan menjadi semakin ramai dengan berbagai aktivitas keagamaan, saur dan buka bersama, selain oleh mereka yang menjalankan shalat lima waktu. Namun di masa pandemi seperti saat ini, anjuran untuk tidak meramaikan rumah ibadah telah disampaikan para ulama diberbagai negara, demi menyelamatkan umat dari kemudaratan karena penyakit COVID-19.

Meski demikian pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym baru-baru ini mengatakan saat kondisi wabah penyakit yang merebak membahayakan umat seperti sekarang ini, melaksanakan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan menjalankan shalat di rumah untuk menghilangkan peluang kemudaratan karena penyebaran penyakit.

Ulama-ulama lebih tahu dan tentu mempunyai ilmunya perihal mana yang patut dilakukan maupun tidak dilakukan demi kemaslahatan umat.

Tarawih berjamaah dapat dilakukan dengan menyiapkan ruang ibadah khusus di sudut rumah sehingga dapat mengobati kerinduan ke masjid. Ia mengatakan Islam itu siap dengan segara kondisi.

Ramadan merupakan bulan berlimpah berkah dari Allah SWT sehingga menjadi bulan yang sangat dirindukan umat Muslim di dunia. Namun saat bulan yang ditunggu-tunggu itu tiba, terkadang manusia justru tetap disibukkan oleh pekerjaan, pendidikan, pertemuan dan hal-hal keduniawian lainnya yang membuat mereka merugi karena melewatkan ibadahnya.

Kali ini, menjadi Ramadan paling berlimpah berkah di tengah wabah COVID-19, karena upaya apapun yang dilakukan mereka untuk memeranginya merupakan ibadah dengan pahala yang lebih berlipat ganda. Dan bagi mereka yang harus bekerja, belajar dan beribadah dari rumah menjadi berkah tersendiri untuk lebih fokus beribadah Ramadan tanpa terpotong oleh kemacetan di jalan atau kegiatan-kegiatan tidak perlu lainnya di luar rumah.

Salah seorang pemimpin masjid di Texas, Amerika Serikat, Ustadz Mohamad Baajour dalam unggahan syiarnya di kanal YouTube baru-baru ini mengatakan Ramadan kali ini akan menjadi yang terbaik yang pernah ada, memang akan banyak tradisi Ramadan kali ini akan tertunda karena kebijakan jaga jarak fisik mengingat adanya pandemi COVID-19.

Namun puasa tetap dapat dilaksanakan, sedekah juga tetap dapat dilaksanakan secara daring, membaca dan mengkaji Al Quran juga tidak akan terdampak. Yang utama paling berbeda tahun ini bahwa tidak dapat ke masjid menjalankan shalat wajib lima waktu dan tarawih, itu menjadi bagian ibadah Ramadan. “Saya bisa membuat Ramadan kali ini menjadi Ramadan terbaik saya,” ujar dia.

Ia bercerita ada seorang saudara Muslim yang selalu membuat lainnya iri karena selalu dapat menjalankan iktikaf di setiap 10 hari terakhir bulan Ramadan. Setiap awal tahun Muslim itu akan menginformasikan ke tempatnya bekerja bahwa setiap 10 hari terakhir di bulan Ramadan akan digunakannya sebagai libur tahunan demi mendedikasikan seluruh waktunya untuk ibadah.

Iktikaf dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah atau introspeksi atas perbuatan-perbuatannya. “Saudara dan saudari ku, kamu punya 30 hari untuk iktikaf di rumah dan Insya Allah semua itu dapat dilakukan untuk ibadah,” ujar dia

Baajour mengatakan banyak orang berharap memiliki keberuntungan seperti itu dan dapat berada di rumah meninggalkan semua kegiatan untuk dapat berkonsentrasi pada ibadah Ramadhannya. Ini saatnya, doa tersebut telah dijawab.

Tahun ini banyak di antara mereka akan berada di rumah selama pandemik. Meski mereka bekerja dari rumah tapi waktu untuk pergi dan pulang bekerja dapat dihemat, sehingga lebih banyak waktu dapat digunakan untuk berdoa pada Allah SWT.

Ia menyarankan agar umat Islam membuat rencana dengan baik saat Ramadan di rumah kali ini agar mendapat manfaat dari semua momen jika mendapat kesempatan menjalankan ibadah di Ramadan tahun ini.

Bangun lebih awal 10 hingga 15 menit sebelum sahur agar dapat menjalankan tahajud dua rakaat dan memperbanyak doa, memperbanyak istighfar sambil menunggu adzan dan memperbanyak shalat berjamaah di rumah. Pandemi COVID-19 bukan kehendak manusia, Insya Allah, Allah SWT akan memberikan balasan yang sama dengan beribadah di rumah. (RB)