Kemenag – KNEKS : Siap Bersinergi Kembangkan Industri Halal

1
35
Kemenag – KNEKS : Siap Bersinergi Kembangkan Industri Halal (Dok Kemenag)
Kemenag – KNEKS : Siap Bersinergi Kembangkan Industri Halal (Dok Kemenag)

Ibadah.co.id –Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Kementerian Agama siap bersinergi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam berbagai program terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut disampaikannya saat menerima Manajemen Eksekutif KNEKS, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (16/02). 

Dalam kesempatan tersebut, hadir mendampingi Menag, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Fuad Nasar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Suyitno, dan Staf Khusus Menag Abdul Rohman. 

“Kami sangat terbuka untuk melakukan sinergi dengan KNEKS, mulai dari jaminan produk halal (JPH), pengembangan program studi syariah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), pengembangan zakat, hingga wakaf,” ujar Menag Yaqut, Senin (16/02). 

Baca Juga : Jokowi Minta TNI-Polri Jaga Iklim Investasi

Gus Yaqut mengatakan pihaknya kini terus berbenah untuk meningkatkan layanan di Kemenag, salah satunya dengan digitalisasi layanan jaminan produk halal berupa peluncuran aplikasi ‘SuperApp’.

Sementara itu, pihak Manajemen Eksekutif KNEKS yang dipimpin Direktur Eksekutif Ventje Rahardjo mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat fokus utama KNEKS, yaitu pengembangan industri halal, industri keuangan syariah, dana sosial syariah, dan perluasan kegiatan usaha syariah. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan sinergi dua Lembaga tersebut.

“Semoga kita bisa terus bersinergi. Ini juga sesuai dengan amanah Presiden Jokowi, agar Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” tutur Ventje.

Di akhir pertemuan, Ventje memberikan buku Rencana Implementasi Pengembangan Ekonomi Syariah Indonesia 2020-2024 kepada Menag Yaqut.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir mendampingi Menag, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Fuad Nasar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Suyitno, dan Staf Khusus Menag Abdul Rohman. (EA)