Mufti Agung Damaskus Tutup Usia

0
30
Mufti Agung Damaskus Tutup Usia
Mufti Agung Damaskus Tutup Usia

Ibadah.co.id – Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni tutu usia. Bukan hanya umat muslim di Damaskus yang kehilangan sosok beliau, namun Indonesia juga. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengucapkan duka atas kepergian beliau.

Seperti dilansir republika.co.id pada 23/10/20, Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni wafat pada Kamis (22/10) setelah mobil yang dikendarainya meledak akibat bom yang dipasang di kendaraannya.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ulama terkemuka di Suriah tersebut.

“Kami tentu sangat berduka atas wafatnya Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni. Insya Allah beliau syahid. Selama ini, beliau dikenal sebagai ulama yang sangat moderat,” kata Menag melalui pesan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (23/10).

Menag mengatakan, jalinan kerjasama Indonesia dan Suriah selama ini sangat baik, utamanya dalam penguatan moderasi beragama. Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Suriah.

Menag juga mengecam tindakan teror bom yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab. Menurutnya, tindakan seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. 

“Itu jelas tindakan tidak bertanggung jawab. Saya sangat mengecam pengeboman itu. Itu tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun,” tegas Menag.

Pada November 2018, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni pernah berkunjung ke Kementerian Agama (Kemenag) bertemu Menteri Agama. Pertemuan saat itu membahas rencana kerja sama pengkaderan dai.

Dalam kesempatan itu, Syekh Adnan mengapresiasi masyarakat Muslim Indonesia yang dapat menjaga stabilitas keamanan di tengah krisis kemanusiaan yang saat ini banyak menerpa negara-negara Timur Tengah.

Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya Syekh Dr Adnan al-Afyouni, Mufti Provinsi Damaskus Suriah.

Menurut Sekjen Alsyami, Najih Romadhani, mengatakan beliau adalah sosok ulama yang mempunyai peran sangat penting dalam proses rekonsiliasi konflik di Suriah.

Beliau lah ulama yang turun langsung meng-islahkan pihak-pihak yang bertikai, mendapatkan kepercayaan dari pemerintah dan oposisi, karena integritasnya yang tinggi,” ujar dia kepada Republika.co.id di Jakarta, Jumat (23/10).

Dia mengatakan, alhamrhum termasuk ulama yang sangat dekat dengan umat Islam Indonesia, mempunyai ratusan murid di Indonesia, melakukan serangkaian puluhan kunjungan ke Indonesia semasa kariernya menjadi mufti Provinsi Damaskus. Beliau juga mempunyai kedekatan dengan ulama-ulama Indonesia, terutama Habib Luthfi bin Yahya, Anggota Wantimpres RI yang juga Ketua Jamiyah Toriqoh Mutabarah al-Nahdliyah (JATMAN). “Kami kehilangan seorang guru, ulama, dan rekonsiliator. Semoga dilipatgandakan segala kebaikannya, dikumpulkan bersama para pendahulunya di surga firdaus-Nya. Amin,” kata Najih mendoakan. (RB)