Ketua MUI Malang Kritik Ceramah HRS

0
6
Ketua MUI Malang Kritik Ceramah HRS
Ketua MUI Malang Kritik Ceramah HRS

Ibadah.co.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang KH Misno Fadhol Hija mengkritik ceramah Habib Rizieq Shihab (HRS) yang sempat viral baru-baru ini. Menurutnya ada beberapa kata yang tak semestinya keluar dari seorang mubaligh. Seorang mubaligh seharusnya mencontohkan sesuatu yang baik kepada masyarakat.

Seperti dilansir jatim.inews.id pada 21/11/20, Habib Rizieq Shihab mendapat sorotan dari banyak pihak sejak kepulangannya ke Indonesia, terutama para tokoh Islam. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang KH Misno Fadhol Hija pun ikut angkat suara terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.

KH Fadhol Hija mengkritik Habib Rizieq yang sebelumnya mengucapkan kata-kata lonte saat ceramahnya pada acara Maulid Nabi karena tidak mencerminkan seorang mubaligh. Menurut dia, seorang mubaligh atau pendakwah seharusnya mengucapkan kata-kata yang menyejukkan sesuai dengan cerminan agama Islam yang membawa kedamaian bagi semua umat.

“Kalau yang berkaitan ucapan semestinya, seorang tokoh bahasanya, harus bahasa yang baik. Kalau ada kata lonte keluar dari seorang mubaligh, aduh kok gak mencerminkan orang yang punya ilmu dan jabatan tinggi,” ujar KH Fadhol Hija ditemui di acara FGD Optimalisasi Dana Haji dan Kemaslahatan di Malang, pada Sabtu siang (21/11/2020).

Dia menambahkan kata-kata lonte yang diucapkan Rizieq Shihab dianggapnya kata kasar yang tidak pantas diucapkan. Apalagi yang mengucapkan seorang pendakwah atau pemimpin suatu umat di hadapan para jamaahnya.

“Ini kan bahaya. Kata-kata lonte itu kan bahasa kasar, di dalam Islam perintah agama, kalau mengajak harus yang maudidhotul hasanah (dakwah dengan ucapan yang baik dan bermanfaat bagi orang lain),” tuturnya.

Menutut KH Fadhol, ketika seorang pendakwah ucapan dan ceramahnya hanya berisi dorongan-dorongan yang membawa perpecahan dan ketidaknyamanan ke seluruh orang, maka bisa jadi dipertanyakan keulamaan atau ketokohannya.

“Ya harusnya (ulama, mubaligh, atau pendakwah) dengan ucapan yang bagus, dengan etika moral yang bagus. Kalau hanya dorongan-dorongan untuk kepentingan lain, ini nggak membawa kedamaian, nggak membawa ke kenyamanan orang, bahkan bisa merusak persatuan dan kesatuan, ya nggak baik,” katanya.

Sebelumnya ceramah Habib Rizieq Shihab dalam peringatan Maulid Nabi pada 14 November 2020 lalu membuat gempar. Pimpinan FPI ini menyebut kata lonte, namun Rizieq Shihab tak menyebut siapa sebutan lonte yang dimaksudnya. “Ada lonte hina habib. Pusing, pusing. Sampai lonte ikutan ngomong, iyee… Saya nggak marah. Cuma ada umat ya marah, ngancem mau ngepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lonte. Kacau, kacau,” kata Rizieq kala itu. (RB)