PA 212 Tetap Gelar Aksi di MK Meski Dilarang Polisi

0
476
PA 212 Tetap Gelar Aksi di MK Meski Dilarang Polisi
PA 212 Tetap Gelar Aksi di MK Meski Dilarang Polisi

Ibadah.co.id – Persatuan Alumni (PA) 212 tetap menggelar aksi Halal bihalal di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bagian dari mengawal proses persidangan gugatan Pilpres. Rencana aksi tersebut bertolak belakang dari pihak kepolisian yang berharap tidak ada aksi di sekitar kawasan gedung MK.

Hal ini diakui oleh Koordinator Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Chaidir Hasan Bamu’min. Ia mengatakan akan terus melakukan aksi jelang keputusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tahun 2019 di Mahkamah Konstitusi.

“Agenda sekarang tahlilan doa buat petugas KPPS yang wafat serta 10 orang yang mati syahid korban 21-22 Mei lalu, serta menuntut keadilan agar mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf yang diduga curang TSM”, kata laki-laki yang akrab dipanggil Habib Novel Bamu’min tersebut.

Sementara itu, PA 212 juga masih menggelar aksi di sekitar patung kuda Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat. Sedangkan di lain tempat, pihak kepolisian berharap tidak diperbolehkan aksi di depan gedung MK, dan adanya harapan kawasan MK akan tetap steril.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, aksi massa dilarang di MK karena polisi berkaca pada aksi massa yang berakhir rusuh di depan Gedung Bawaslu pada 21-22 Mei lalu.

“Tentunya dari pihak kepolisan sudah menyampaikan bahwa tidak diperbolehkan dilarang aksi di depan MK ya,” kata Argo.

Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa pihak yang akan mengadakan Halal Bihalal di sekitar patung kuda, untuk mencari tempat di dalam gedung. “Belum ada (pemberitahuan) kan kita udah sampaikan untuk halal bihalal sebaiknya dilaksanakan di gedung, di rumah atau di tempat yang lebih baguslah,” terang Argo.

Meski begitu pihak kepolisian menerima pemberitahuan bahwasannya akan ada massa aksi yang akan berkumpul untuk melakukan acara di kawasan MK.

Argo juga menekankan agar memasrahkan hasil sidang kepada para hakim MK, “Biarkan hakim MK bekerja tanpa tekanan karena semua persidangannya suda di cover banyak media secara langsung dan hasil keputusan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Argo.

(Ed.RB)