Take a fresh look at your lifestyle.

Serjarah Terjadinya Perang Salib

3 23

Ibadah.co.id –Perang salib berlangsung selama kurang lebih dua abad, di mulai dari perang salib I sampai perangsalib VIII yaitu dari tahun 1096-1291. Perang Salib adalah penyerangan dari kefanatikan Kristen yang dikoordinir oleh Paus yang mempunyai tujuan untuk merebut kota suci Palestina dari tangan kaum Muslimin. Selain itu, perang ini yang disebabkan oleh beberapa faktor lain yakni faktor agama, politik, sosial ekonomi.

Perang yang terjadi hampir dua abad ini adalah timbul karena reaksi orang Kristen terhadap umat Islam yang dianggap sebagai pihak penyerang. Berdasarkan sejarah yang ada, sejak tahun 632 sampai terjadinya perang salib beberapa kota penting dan tempat suci umat Kristen dikuasai oleh umat Islam, seperti Suriah, Asia kecil, Spanyol, dan Sisilia. Disebut Perang Salib, karena ekspedisi militer Kristen mempergunakan salib sebagai simbol pemersatu untuk menunjukkan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah perang suci dan bertujuan untuk membebaskan kota suci Baitulmakdis (Yerusalem) dari tangan orang-orang Islam.

Penyebab langsung terjadinya perang salib adalah permintaan Kaisar Alexus Connesus pada tahun 1095 kepada Paus Urbanus II. Kaisar dari Bizantium meminta bantuan dari Romawi karena daerah-daerah yang tersenbar sampai ke pesisir Laut Marmora “dibinasakan” oleh Saljuk. Bahkan, kota Konstantninopel diancam pula.  Adanya permintaan ini, Paus melihat kemungkinan untuk mempersatukan kembali (gereja Yunani dengan Romawi yang telah terpecah tahun 1009-1054).

Isi pidato yang menyulut Perang Salib terjadi pada 26 November 1095 Paus Urban menyampaikan pidatonya di Clermont, bagian tenggara Prancis dan memerintahkan orang-orang Kristen agar “memasuki lingkungan makam suci, merebutnya dari orang-orang jahat dan menyerahkannya kembali kepada mereka.” Mungkin inilah pidato paling berpengaruh yang pernah disampaikan oleh Paus sepanjang catatan sejarah.

Orang-orang di dan meneriakkan slogan Deus Vult (tuhan menghendaki) sambil mengacung-acungkan tangan. Pada musim semi 1097, 150.000 manusia, sebagian besar orang Franka, Norman, dan sebagian lagi rakyat biasa menyambut seruan untuk berkumpul di Konstantinopel. Pada saat itulah genderang Perang Salib ditabuh

Penyebab lain Perang Salib diantaranya adalah :

  1. Faktor Agama

Dalam perspektif agama perang salib terjadi karena kaum Kristen merasa terhina atas perlakuan yang mereka terima ketika menunaikan ibadah ketanah suci Yerussalem. Mereka merasa terganggu  atas perlakukan Bani Saljuk yang menguasai Baitul Maqdis, perlakukan tersebut tersebut telah menyinggung  perasaan orang-orang Kristen karena Yerussalem bagi mereka adalah sebagai kota suci  sebagai tempat kelahiran Yesus. Kini telah dikuasai oleh Bani Saljuk, sehingga mereka merasa tidak bebas lagi menjalankan ritual agamanya yang mendapat gangguan dari Bani Saljuk.

Disamping itu Penguasa Saljuk menetapkan beberapa peraturan untuk umat Kristen yang mengunjungi Baitul Maqdis, peraturan-peraturan tersebut sangat   mengganggu mereka, sehingga mereka merasa tidak aman lagi, untuk beribadah ke Baitul Maqdis.[1] Hal tersebut telah memicu kebencian dan kemarahan serta sikap anti pati umat Kristen terhadap Islam, sehingga mendorong mereka bersatu untuk menghancurkan Islam, dan merebut kembali daerah-daerah yang pernah mereka kuasai, yang puncak dari kemarahan itu telah mendorong mereka untuk melakukan perang suci atau perang salib.

2. Faktor Politik

Faktor Politik Kekalahan Bizantium di Marzikan  tahun 1071 dan jatuhnya Asia kecil dibawah kekuasaan Bani Saljuk telah mendorong  Kaisar Alexius untuk meminta bantuan kepada Paus Urban II untuk mengembalikan kekuasaannya disejumlah wilayah yang diduduki oleh Bani Saljuk, permohonan ini diterima oleh Paus dengan catatan bahwa Kaisar harus tunduk kepadanya.

Sementara itu  dilain pihak kekuasaan Islam diwaktu itu barada dalam kelemahan, sehingga memicu semangat juang kalangan Kristen untuk melancarkan serangan diwaktu itu, Dinasti Saljuk di Asia kecil sedang mengalami perpecahan  setelah Sultan Malik Syah (1071-1092) wafat, terjadi perebutan kekuasaan di antara putera-puteranya.  Disamping itu Dinasti Fatimiyyah di Mesir dalam keadaan lumpuh pula, sedangkan kekuasaan Islam di Spayol pada waktu itu dalam kondisi yang lemah.

Situasi yang semakin mendorong para penguasa kristen di Eropa untuk merebut satu persaru daerah kekuasaan Islam, seperti dinasti kecil Edessa dan Baitul Maqdis.

3. Faktor Sosial Ekonomi

Para pedagang besar yang berada di pantai timur Laut Tengah, terutama yang berada di kota Venezia, Ganoa, dan Pisa, berambisi untuk menguasai sejumlah kota dagang di sepanjang pantai timur dan selatan Laut Tengah untuk memperluas jaringan perdagangan mereka. Mereka rela menanggung sebagian dana perang salib dengan maksud menjadikan kawasan itu sebagai pusat perdagangan mereka bila Kristen Eropa memperoleh kemenangan. Ini menunjukkan kepada kita bahwa perang salib ini, ternyata tidak murni dilandasi oleh dorongan spritual keagamaan, ia bukan lagi menjadi perang suci, disini yang menjadi motifator bukan lagi agama tetapi persoalan ekonomi untuk memperoleh keuntungan.

Baca juga :Salah Satu Masjid Tertua di Amerika Serikat Yang Berdiri Pada Abad Ke-19

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

3 Comments
  1. […] Baca juga : Serjarah Terjadinya Perang Salib […]

  2. […] Baca juga : Serjarah Terjadinya Perang Salib […]

  3. […] Baca juga : Serjarah Terjadinya Perang Salib […]

Leave A Reply

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy