Dewan Muslim Inggris Tanggapi Rencana Pembukaan Masjid

Dewan Muslim Inggris Tanggapi Rencana Pembukaan Masjid
Dewan Muslim Inggris Tanggapi Rencana Pembukaan Masjid

Ibadah.co.id – Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB) memberikan tanggapan atas rencana pemerintah Inggris yang berencana hendak membuka kembali akses masjid kepada publik untuk dapat beribadah, terutama ibadah jamaah. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi salah satu penyebab penyebaran Covid-19 semakin cepat. Jika memang akan dibuka, mesti ada beberapa protokol kesehatan yang mesti dijalankan oleh seluruh jamaah masjid.

Sebagaimana dilansir okezone.com pada 14/06/2020, Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB) menyarankan masjid-masjid tidak terburu-buru dibuka kembali untuk menyelenggarakan sholat berjamaah. Sebelumnya memang ada informasi Pemerintah Inggris mengizinkan rumah-rumah ibadah, termasuk masjid, dibuka lagi mulai 15 Juni 2020.

Mengutip dari 5pillarsuk, Minggu (13/6/2020), saran untuk tidak terburu-buru melakukan pembukaan kembali ini mengikuti konsultasi dengan ratusan masjid dan puluhan asosiasi Muslim regional serta nasional dalam beberapa minggu terakhir.

Setelah berkonsultasi, MCB menghasilkan panduan terperinci terkait pembukaan kembali masjid secara aman dan bertahap untuk sholat berjamaah.

Pedoman tersebut menyarankan masjid-masjid di Inggris wajib menerapkan langkah sebagai berikut:

– Rencanakan bagaimana dan kapan harus dibuka kembali dengan menunjuk petugas serta tim keselamatan pencegahan covid-19.

– Rencanakan ruang yang akan dibuka kembali dan apakah di dalam ruangan atau luar, serta menghitung kapasitas aman maksimum masjid dengan jarak sosial.

– Rencanakan sejumlah fasilitas, misalnya panah arah, area wudu tertutup.

– Rencanakan staf dan sukarelawan seperti petugas keamanan dan penanggulangan covid-19.

– Mengumumkan hal-hal yang mesti dilakukan jamaah sebelum datang ke masjid, seperti membawa sajadah dan Alquran sendiri, lalu wudu di rumah.

– Mengukur suhu tubuh jamaah sebelum masuk masjid.

– menjaga jarak antar saf sholat, jika memungkinkan 2 meter di semua arah.

– Penerapan amal tanpa kontak dan melarang jabat tangan usai sholat.

– Siapkan rencana penanganan jika ada seseorang mengalami gejala atau positif covid-19.

Sekretaris Jenderal MCB Harun Khan mengatakan, meskipun sebagai Muslim sangat rindu kembali ke masjid dan beribadah dengan jamaah lain, sebaiknya tidak terburu-buru. Sebab, virus corona masih mewabah dan berbahaya.

Para pengurus masjid harus hati-hati merencanakan dan memutuskan pembukaan kembali. Panduan tersebut dirancang untuk membantu pengurus masjid mencapai situasi yang aman.

“Kita harus memprioritaskan keamanan jamaah dan fokus pada meminimalkan risiko penularan infeksi dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Ia menyatakan koordinasi lokal juga penting dan pihaknya mendorong para pengurus masjid menerapkan pendekatan terkoordinasi masjid lain di kota atau wilayahnya, memanfaatkan Dewan Masjid setempat, forum Muslim regional dan platform lainnya untuk berbagi saran, praktik terbaik, dan sumber daya.

“Mengenai pengumuman Pemerintah Inggris bahwa tempat-tempat ibadah dapat dibuka kembali untuk ‘ibadah pribadi’, jelas bahwa menerapkan ini untuk sebagian besar masjid sangat menantang dan tidak praktis. Kami merekomendasikan bahwa akan lebih bermanfaat bagi para pengurus masjid untuk memanfaatkan waktu dan upaya mereka dalam mempersiapkan untuk melanjutkan kembali sholat berjamaah sejak 4 Juli, dengan kerangka waktu di Skotlandia dan Wales akan diumumkan,” pungkasnya. (RB)

1 KOMENTAR