Masjid di Nigeria Kembali Dibuka

0
65
Masjid di Nigeria Kembali Dibuka
Masjid di Nigeria Kembali Dibuka

Ibadah.co.id – Masjid-masjid di Nigeria tepatnya di wilayah Lagos kembali dibuka. Kebijakan ini dilakukan setelah masjid-masjid di sana ditutup beberapa bulan karena Covid-19. Masjid yang telah diizinkan dibuka kembali mesti menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh otoritas di sana.

Seperti dilansir republika.co.id pada 09/08/2020, otoritas di Lagos, Nigeria memutuskan kembali membuka tempat ibadah di wilayahnya. Masjid di Lagos akhirnya kembali dibuka untuk publik pascaditutup sejak Maret 2020.

Komunitas Muslim bernapas lega akhirnya bisa melaksanakan sholat Jumat (7/8) di berbagai masjid yang tersebar di Lagos. Terakhir kali mereka bisa melaksanakan sholat tersebut pada Maret 2020 sebelum pemerintah negara bagian Lagos menangguhkan semua kegiatan keagamaan karena merebaknya virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Komisioner Negara Bagian Lagos untuk Urusan Dalam Negeri Anofiu Elegushi pada Maret lalu mengumumkan penangguhan tersebut setelah bertemu dengan para pemimpin agama. “Kami bertemu dengan para pemimpin agama, baik Kristen maupun Muslim. Kami berdiskusi, berdebat, dan menyadari bahwa kehidupan orang Lagos penting bagi kami,” ujarnya seperti dikutip dariThe Nation Online, Sabtu (8/8).

Awalnya penangguhan kegiatan di tempat tersebut berlaku selama empat pekan, tetapi tidak dapat dicabut karena peningkatan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19. Ini membuat Warga Lagos harus menunggu selama empat bulan sebelum harapan mereka melaksanakan ibadah di masjid bisa dipenuhi.

Sabtu lalu, Gubernur Negara Bagian Lagos Babajide Sanwo-Olu memerintahkan pembukaan kekbali pusat-pusat keagamaan mulai 7 Agustus 2020. Jika aktivitas di masjid mulai aktif kembali pada Jumat (7/8) kemarin, gereja-gereja di negara bagian itu akan melanjutkan ibadah kebaktian pada Ahad (9/8).

Gubernur Sanwo-Olu saat pengumuman di Wisma Lagos, Marina mengatakan, rumah-rumah keagamaan hanya akan dibuka sekali sepekan untuk ibadah yang biasa dilakukan dengan kapasitas 50 persen meskipun pengikut atau jamaahnya bisa menyelenggarakan banyak kegiatan ibadah di hari-hari itu. Sementara itu, ibadah dan peringatan mingguan lainnya tetap ditangguhkan.

Pengumuman gubernur Sanwo-Ulo menimbulkan reaksi beragam di kalangan umat Muslim. Beberapa kalangan mengatakan, keputusan itu sudah terlambat, sementara itu sebagian lainnya berpendapat saat ini bukan waktu yang tepat membuka kembali tempat ibadah. Jadi, meski beberapa masjid kembali dibuka untuk ibadah sholat Jumat, yang lain tetap ditutup.

Di Majid Pusat Lagos, Idumota, sejumlah jamaah datang. Jumlah mereka tidak sampai seperempat dari kapasitas masjid. Petugas masjid mengecek suhu tubuh jamaah sebelum mereka memasuki masjid setelah mencuci tangan, menggunakan penyanitasi tangan (hand sanitizer), dan memakai masker. Di dalam masjid, protokol jarak sosial diamati dan dipantau oleh Imam Kepala Negara Bagian Lagos Sheikh Sulaimon Oluwatoyin Abou-Nolla sesuai dengan arahan pemerintah negara bagian. Sheikh Abou-Nolla mengatakan, mereka yang berusia diatas 65 tahun disarankan sholat di rumah.

Di Masjid Pusat Alubarika, Ilasamaja, Mushin terdapat persyaratan untuk memasuki masjid yang ditempel di berbagai pintu masuknya oleh otoritas masjid. Jamaah yang akan shalat tanpa memakai masker akan disuruh kembali ke pintu masuj karena Imam Besar Masjid Muhammad Adetayo mengingatkan jamaah menjaga jarak sosial satu sama lain. Mereka yang sholat tidak sampai sepertiga dari kapasitasnya. Protokol serupa juga diterapkan di Masjid Pusat Shamsi Adisa Thomas yang dikenal sebagai Masjid Sekretariat Lama, GRA, Ikeja.

Manajer masjid Mutiu Ogundepo mengatakan, masjid diasapi dua kali sebagai upaya disinfeksi sebelum shalat Jumat, sementara termometer inframerah disediakan untuk mengecek suhu tubuh orang. “Kami juga memastikan sabun, air, dan pembersih disediakan untuk jamaah. Semuanya berjalan lancar dengan protokol yang dipatuhi,” katanya.

Pejabat Urusan Masyarakat di Dewan Kesejahteraan Jamaah Negara Bagian Lagos menggambarkan ibadah kemarin menjadi perkembangan yang disambut baik. Ibadah sholat Jumat ini menjadi hari yang membahagiakan bagi dirinya.  Ia mengaku sudah lama sekali ingin melakukan sholat Jumat berjamaah. “Protokol pemerintah negara bagian dipatuhi, kami diberi pembersih tangan kemudian setelah dipakai mendapatkan sabun cair untuk mencuci tangan sebelum berwudhu. Kami diberi nomor untuk masuk ruangan dan tidak dapat masuk tanpa masker, kemudian setelah sholat dua rakaat, semua orang berdoa dan langsung keluar, tidak ada pelukan dan jabat tangan,” katanya. (RB)