Membahas Soal Negara, Seperti Ini Isi Pidato SBY Setelah Lama Tidak Muncul Di Hadapan Publik

0
200
Membahas Soal Negara, Seperti Ini Isi Pidato SBY Setelah Lama Tidak Muncul Di Hadapan Publik
Membahas Soal Negara, Seperti Ini Isi Pidato SBY Setelah Lama Tidak Muncul Di Hadapan Publik

Ibadah.co.id – Tadi malam (11/12/19), Di JCC, Senaya, Jakarta, SBY berpidato refleksi untuk pergantian tahun di acara Wisuda Taruna Akademi Demokrat Tahun 2019. Bicara soal bangsa, SBY tampil dan bicara di hadapan publik setelah lama tidak pernah menunjukkan diri. Selain memberikan kritik, SBY juga memberikan nasehat kepada Presiden Jokowi dengan gaya berbicara yang baik tanpa ada unsur menggurui.

Tampil dengan performa yang lebih merekah, Ketum Demokrat ini menyampaikan pidatonya dengan stabil dan Intonasinya yang bagus. Terlihat lebih semangat dari pada enam bulan lalu saat menyampaikan pidato untuk pertama kalinya di tinggal oleh Ibu Ani.

Disambut dengan tepuk tangan yang gemuruh oleh para kader dan sejumlah petinggi Demokrat, SBY tiba di JCC pada pukul 19.33. Dengan percaya diri melewati karpet biru yang sudah disediakan di pintu sebelah kiri panggung.

Di lansir dari rmco.id, SBY meresponsnya dengan lambaian tangan. Lalu, langsung naik ke atas panggung. Di mimbar, dia mengawali pidatonya dengan menyebut 2019 sebagai tahun yang penuh dinamika dan ujian.

“Tahun 2019 yang penuh dinamika dan juga ujian, akan kita tinggalkan. Sebentar lagi, kita akan memasuki tahun baru 2020. Tahun yang membawa harapan dan peluang, meskipun tak akan luput dari tantangan,” kata SBY.

Salah satu yang dibahas oleh SBY yakni seputar catatan buruk di tahun 2019 mengenai pemilu yang diwarnai dengan politik identitas yang sudah melebihi takarannya hingga banyak menelan korban jiwa. Namun selain catatan hitam itu, SBY memuji tentang hal baik teruntuk masyarakat yang masih bisa menjaga keutuhan bangsa meskipun terjadi benturan setelah adanya pemilu. “Alhamdulillah, mimpi buruk itu tidak terjadi. Kita memilih persatuan, bukan perpecahan.” Katanya.

SBY juga memaparkan seputar hal yang perlu diperhatikan juga mengenai bangsa ini, seperti evaluasi menyeluruh tentang sistem, Undang-undang penyelanggaraan pemilu yang perlu dilakukan. Untuk mewujudkan pemilu yang lebih baik di periode selanjutnya, khususnya bagi pihak pemerintah, parlemen, serta penyelenggara pemilu. Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum baik kita perbaiki. Itulah harapan Partai Demokrat. Saya yakin itu pula harapan rakyat kita,” tegas SBY.

SBY juga meminta rakyat untuk menghormati negara dan pemimpinnya, ia meminta agar suasana permusuhan serta politik yang membuat pecah-belah dihentikan. Hubungan yang bernuansa kawan dan lawan harus diganti dengan hubungan antarmitra.

Begitu pun negara dan pemimpin harus sabar dan mengayomi rakyat dengan adil dan penuh rasa kasih sayang. “Bersatu kita teguh. Bersama kita lebih kuat. Together we are stronger. Inilah ajakan Partai Demokrat,” tambah SBY yang membuat suasan bergemurh dengan tepuk tangan oleh hadirin yang hadir pada malam tadi.(HN/ibadah.co.id)