Kiai Ma’ruf Amin Terima Dosis Pertama Vaksin Covid-19 Bagi Lansia

0
29
Kiai Ma’ruf Amin Terima Dosis Pertama Vaksin Covid-19 Bagi Lansia
Kiai Ma’ruf Amin Terima Dosis Pertama Vaksin Covid-19 Bagi Lansia

Ibadah.co.id –Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) KH Ma’ruf Amin telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 bagi lansia, di Pendopo Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Rabu (17/2) pagi.

Suntikan vaksin tersebut dilakukan oleh dokter Dwi Edi Wahono, dari Tim Dokter Kepresidenan. Vaksin Sinovac membutuhkan dua kali penyuntikan dengan kadar dosis 0,5 mililiter dalam rentang waktu 14 hari.

Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi mengungkapkan bahwa Wapres Kiai Ma’ruf divaksin bersama sang istri yakni Ny Hj Wury Estu Handayani. Kiai Ma’ruf turut mengajak masyarakat untuk mendukung vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Menurutnya, hal tersebut sebagai perwujudan sila ke dua dan ke tiga.

Baca Juga : Pulihkan Industri Halal, Kemenag : Jangan Lupa Terapkan 5M

“Melaksanakan vaksinasi dan protokol kesehatan adalah langkah kemanusiaan yang adil dan beradab, karena kita melindungi orang lain termasuk diri dan keluarga kita dari penularan dan serangan wabah yang mematikan,” imbuhnya, dikutip dari laman resmi Wapres RI. 

Kiai Ma’ruf meyakini jika pelaksanaan vaksinasi dan protokol kesehatan berjalan optimal, maka Indonesia bisa berhasil menanggulangi wabah Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah memulai vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat lansia sejak Senin (8/2) lalu. Targetnya, diutamakan kepada orang di atas 60 tahun karena dinilai relatif lebih rentan terpapar Covid-19.  

Ia juga menerangkan, dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh, sehingga vaksin dapat bekerja sama untuk membentuk antibodi baru. Sementara, vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin, sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal.

“Pemberian vaksinasi kepada lansia diharapkan bisa menekan kematian dan mengurangi tekanan atau beban kerja RS,” tuturnya. (EA/NU)