Jelang ‘Idul Fitri, Berikut Sepuluh Kesunahan dalam Melaksanakan Shalat Idul Fitri

0
140
Menjelang Idul Fitri, Berikut Sepuluh Kesunahan dalam Melaksanakan Shalat Idul Fitri
Menjelang Idul Fitri, Berikut Sepuluh Kesunahan dalam Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Ibadah.co.id – Hari Raya ‘Idul Fitri 1 Syawal 1440 H tinggal menghitung beberapa hari lagi. Setiap umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa serta amalan lainnya sepanjang ramadhan tentu akan meraih kemerdekaan Hari Raya Idul Fitri ini.

Di Hari Raya Idul Fitri, terdapat amalan khusus dengan pahala yang luar biasa, yaitu Shalat Id sebanyak dua rakaat. Adapun hukumnya adalah sunah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan).

Setiap shalat tentu memiliki keistimewaan dan kesunahan masing-masing, seperti shalat Fardhu, shalat Jumat, shalat Tahajjud, shalat Tasbih serta shalat sunah lainnya. Adapun kesunahan pada shalat Idul fitri adalah sebagai berikut:

Pertama, disunahkan untuk dilaksanakan secara jamaah dan waktunya yaitu ketika matahari terbit. Adapun kesunahan yang lebih utama yaitu ketika tinggi matahari telah setinggi mata tombak.

Kedua, disunahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangat sholat ‘Id, terutama kurma dalam jumlah yang ganjil.

Ketiga, disunahkan untuk mandi terlebih dahulu setelah fajar, walaupun tidak melaksanakan shalat, juga diperbolekan mandi tengah malam, kemudian memakai wangi-wangian dan menggunakan baju yang indah, memakai baju putih lebih utama.

Keempat, berangkat lebih awal setelah fajar dengan berjalan kaki, dan diusahakan memilih jalan yang paling panjang, dan pulang dengan jalan yang yang berbeda dan pendek. Disunahkan juga masuk dan keluar masjid dengan pintu yan berbeda.

Kelima, disunahan untuk takbir pada rakaat yang pertama setelah membaca doa Iftitah dan sebelum membaca Ta’awud sebanyak tujuh kali, dan pada rakaat yang kedua sebelum Ta’awud sebanyak lima kali, tidak termasuk takbir saat berdiri dari sujud. Kemudian diantara sela-sela takbir tersebut digunakan untuk berdizikir kepada Allah dengan bacaan “Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilahaillah Wallahu akbar”.

Keenam, mengangkat tangan saat takbir tersebut seperti takbirnya Takbiratul Ihrom, kemudian bersedekap meletakan tangan kanan diatas tangan kiri.

Ketujuh, disunahkan pada rakaat pertama setelah membaca Fatihah untuk membaca surat Qof atau surat Al-A’la, dan pada rakaat kedua surat Iqtarabat atau surat Al-Ghosiyah.

Kedelapan, disunahkan untuk melafalkan kalimat takbir dari terbenamnya matahari sampai shalat Idul Fitri dilaksanakan tepatnya ketika imam mengucapkan lafal Takbiratul Ihram, takbir ini boleh dilaksanakan dimasjid, jalan-jalan, pasar, dan lain sebagainya.

Kesembilan, disunahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan beribadah, hal ini seperti hadis nabi yang artinya “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Ied, karena demi mengharap ridho Allah, maka hatinya tidak akan mati, dimana pada saat hati manusia menjadi mati”. Ibadah minimal untuk menghidupkan malam Idul Fitri adalah dengan melaksanakan sholat Isya’ dan Subuh secara berjamaah.

Kesepuluh, disunahkan juga untuk saling memberi selamat kepada sesama muslim, seperti dengan ucapan “Taqobbalallahu Minna Wamingkum, Taqobbal Yaa Karim” (Semoga Allah menerima puasa dan amal dari kami serta menerima puasa dan amal dari kalian).

(Ed.RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here