Innalillahi, Rais Syuriyah NU Inggris Meninggal Karena Covid-19
Ibadah.co.id – Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, PC Istimewa NU Inggris mengalami duka yang mendalam dengan meninggalnya Rais Syuriah PC Istimewa NU Inggris, Didik Sri Wiyono. Hal ini menambah angka korban meninggal karena Covid-19 di tubuh NU.
Seperti dilansir news.detik.com pada 17/6/21, Rais Syuriah PC Istimewa NU Inggris, Didik Sri Wiyono (46) meninggal terkonfirmasi positif COVID-19 di Solo dan dimakamkan di Delanggu, Klaten pagi tadi. Pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) oleh tim pendukung Satgas Kabupaten Klaten.
“Betul tadi pemakaman sudah kita lakukan selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan protokol kesehatan sebab terkonfirmasi positif COVID-19,” ungkap Koordinator Tim pemakaman Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Sasongko Agung Wibowo kepada detikcom, Kamis (17/6/2021).
Agung mengatakan almarhum sebelumnya hendak dimakamkan oleh satgas ormas. Namun akhirnya tim pemkab diminta menanganinya.
“Awalnya akan dilaksanakan ormas tetapi kemudian kita yang diminta. Almarhum dikirim dari RS Moewardi Solo,” lanjut Agung.
Anggota DPRD Klaten dari fraksi PKB, Ahmad Mutohar mengatakan sepengetahuannya almarhum memang pengurus PCINU di Inggris. Almarhum juga disebut pernah menjadi pengurus di DPC PKB.
“Pernah juga aktif di DPC PKB tapi di awal-awal. Kesehariannya mengajar di Solo dan tinggal di Solo,” ungkap Mutohar pada detikcom di DPRD.
Menurut ketua PCNU Kabupaten Klaten, Mujiburahman, almarhum masih menjabat Rais Syuriah PCINU di Inggris. Meskipun sudah pulang ke tanah air.
“Masih Rais Syuriah PCINU di Inggris sebab dulu menyelesaikan S3 di sana. Sekitar satu tahun pulang tetapi periodisasi pengurus masih menjabat Rais Syuriah,” jelas Mujiburahman kepada detikcom hari ini.
Mujiburahman menceritakan almarhum selain aktif di NU juga mengajar di UNS Surakarta. Meski tinggal di Solo tetapi berasal dari Klaten.
“Mengajar di UNS dan tinggal di Solo meskipun asalnya dari Delanggu, Klaten. Tadi dimakamkan di Delanggu,” lanjut Mujiburahman.
Plt Camat Delanggu, Joko Suparja, menambahkan informasi yang diterima Satgas kecamatan almarhum memang positif COVID. Dirawat di solo tapi dimakamkan di Delanggu.
“Informasinya positif COVID. Dirawat di solo tapi Dimakamkan di Delanggu sebab trah Delanggu asalnya dari Delanggu,” jelas Joko kepada detikcom.
Didik, kata Joko, mengajar di Fakultas MIPA UNS dan menjadi Rais Syuriah PCINU Inggris. Meskipun meninggal di Solo, keluarga di Klaten di-tracing satgas. “Ada empat orang keluarga yang di-tracing sebab kontak saat mengikuti acara di Solo. Acaranya di Solo,” pungkas Joko. (RB)