Ibadah.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ditunjuk sebagai Ketua Pengarah (SC) dalam peringatan 1 abad Nahdlatul Ulama (NU) mulai bergerak cepat mempersiapkan pelaksanaan
Erick mengungkapkan, Merawat Jagat, Membangun Peradaban dipilih menjadi tema sebagai wujud langkah besar NU dalam menghadapi beragam tantangan seperti menjaga tradisi keagamaan yang mengayomi di tengah ekstremisme ideologi; memperkuat umat agar secara optimal berkontribusi terhadap dunia yang lebih adil dan berkeadaban; terlibat aktif dalam kepemimpinan dunia yang berkeadaban; adaptasi terhadap pesatnya pertumbuhan ilmu dan teknologi yang mengedepankan kepentingan kemanusiaan; serta keterlibatan dalam menghadapi krisis iklim yang mengglobal.
“Akan ada sembilan program utama dalam rangkaian peringatan satu abad NU yang dimulai Juni nanti dan puncaknya, resepsi satu abad NU di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Februari 2023,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (17/7).
Kesembilan program dalam harlah NU yang dimaksud mencakup NU Tech, pembentukan NU Women, Festival Tradisi Islam Nusantara, Anugerah Tokoh Nahdlah, Pekan Olahraga NU, Religion of Twenty (R-20), peluncuran Gerakan Kemandirian NU, Muktamar Fiqih Peradaban, dan Resepsi Satu Abad NU.
Erick mengatakan, peringatan satu abad NU merupakan momen yang sangat bersejarah, mengingat perjuangan NU dalam menjaga dan mengawal Indonesia. Erick menyebut, NU ingin mendorong keberpihakan terhadap isu-isu terkini yang terkandung dalam program utama tersebut, sehingga siap berkolaborasi dengan BUMN dan swasta.
“Panitia BUMN membentuk skema dukungan kegiatan Satu Abad Nahdlatul Ulama dengan menggunakan rekening bersama, dengan tetap mempertimbangkan asas transparasi dan Good Corporate Governance,” katanya.
Kegiatan ini ditegaskan juga terbuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, baik melalui private sector atau perseorangan dalam rangka menjadi bagian sejarah event besar Satu Abad NU
Sementara dalam NU Tech, Telkom dan Telkomsel akan menggelar lokakarya untuk Kyai dan Santri NU guna mendorong potensi digital dan menghasilkan inovasi untuk kemaslahatan umat. Sedangkan peluncuran Gerakan Kemandirian NU akan menghadirkan inovasi ekonomi keumatan dan environmental sustainibility melalui program NU Mart, Santripreneur yang terdiri atas Pesantren Based Vocational Education dan Wirausaha Muda Santri; serta Digitalisasi Lazisnu.
Selain itu, harlah NU juga akan menggelar Religion of Twenty (R-20) yang merupakan forum dialog para pemimpin agama-agama dunia, terutama negara-negara anggota G20 yang rencananya dihelat di Jakarta atau Bali pada Oktober 2022.
“Nantinya akan ada panel diskusi untuk menyelesaikan berbagai kemelut yang melanda dunia. NU bisa berperan secara bermakna untuk mengatasi masalah kemanusiaan dan peradaban global. Kerja sama dengan organisasi keagamaan internasional,” kata Erick.
Dengan dukungan solid dari para kiai dan santri, Erick yakin pagelaran satu abad NU akan berlangsung sukses dan memberikan dukungan besar dalam pemulihan ekonomi Indonesia.
Baca juga : Gus Yaqut Resmikan Tosari sebagai Kecamatan Bhineka Tunggal Ika
[…] Baca juga : Erick Tohir Usung 9 Progam Utama Sambut 1 Abad Nahdlatul Ulama […]