Ibadah.co.id-Perseteruan Amerika Serikat melawan negara-negara arab kembali berkecamuk. Dalam hitungan beberapa bulan terakhir, terhitung sejak wabah Covid-19 merebah, AS semakin getol ikut campur atas perseteruan Palestina dengan Israel. Merespon hal ini, Iran selalu bersiap diri dengan rencana pembangunan pangkalan militer di selat Hindia.
Dilansir dari Sindo News menyebutkan, garda Revolusioner Islam Iran (IRGC) mengumumkan rencananya membangun pangkalan militer parmanen di Samudera Hindia. Rencana pembangunan ini akan dimulai pada Maret mendatang hingga waktu yang tidak ditentukan.
“Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menugaskan IRGC membangun kehadiran permanen di perairan yang sangat jauh dari negara itu,” ungkap Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri, dilansir Memo.
Merujuk pada berbagai serangan perompak dan beberapa kapal asing pada kapal-kapal nelayan Iran di Laut Oman dan Samudera Hindia, dia menyebut kebijakan pemerintah Iran tersebut. “IRGC tidak akan lagi membiarkan tindakan semacam itu di Samudera Hindia dan Laut Oman,” tegas Tangsiri.
Angkatan Laut IRGC sejauh ini telah mengerahkan dua kapal ke Samudera Hindia. Saat ini pelabuhan laut Chabahar di bagian baratdaya Teluk Oman menjadi pelabuhan laut Iran satu-satunya dan saat ini tak terkena sanksi Amerika Serikat (AS).
Kehadiran pangkalan permanen Iran di Samudera Hindia akan menambah pengaruh Teheran di kawasan tersebut. Wilayah itu sangat strategis karena menjadi jalur pelayaran internasional dan kaya dengan sumber daya alam. (RB)