Presiden Prancis Buka Suara Soal Karikatur Nabi Muhammad

0
11
Presiden Prancis Buka Suara Soal Karikatur Nabi Muhammad
Presiden Prancis Buka Suara Soal Karikatur Nabi Muhammad

Ibadah.co.id – Presiden Prancis buka mulut soal karikatur Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa itu bukanlah proyek negaranya, namun proyek salah satu majalah di Prancis yakni Charlie Hebdo.

Seperti dilansir republika.co.id pada 1/11/20, Presiden Prancis Emmanuel Macron akhirnya buka suara usai rangkaian kekerasan mengguncang negaranya. Prancis dihentak aksi kekerasan setelah Macron mengatakan Islam berada dalam krisis dan membutuhkan reformasi.

Dalam wawancara eksklusif dengan Aljazirah, Sabtu (31/10), Macron mengaku memahami perasaan terkejut umat Islam atas penerbitan kartun Nabi Muhammad. “Saya mengerti dengan sentimen yang ada dan saya menghormatinya,” ujarnya.

Namun, ia menambahkan, dunia harus mengerti bahwa ia memiliki dua peran saat ini, yakni mendorong ketenangan dan melindungi hak berekspresi. “Saya akan selalu membela hak berbicara, menulis, dan menggambar di negara saya,” kata Macron.

Banyaknya pihak yang menganggap karikatur Nabi Muhammad sebagai bikinan Prancis, Macron memiliki argumennya sendiri. Dia mengatakan hal itu distorsi dari beberapa pemimpin politik sehingga orang percaya kartun tersebut adalah buatan Prancis.

“Saya pikir reaksi itu hasil dari kebohongan dan distorsi kalimat saya karena orang tahu saya mendukung kartun itu,” ujarnya.

Macron merujuk pada penerbitan ulang karikatur oleh majalah Charlie Hebdo baru-baru ini untuk menandai pembukaan persidangan atas serangan mematikan terhadap stafnya pada 2015. Kartun publikasi yang berbasis di Paris tersebut dikutip sebagai alasan penyerangan.

“Karikatur bukanlah proyek pemerintah, tetapi muncul dari surat kabar bebas dan independen yang tidak berafiliasi dengan pemerintah,” kata Macron.

Banyak pihak mengecam Presiden Prancis salah satunya Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Bamusi meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta maaf kepada umat islam. Hal tersebut menyusul pernyataan Macron terkait Islam dan karikatur Nabi Muhammad SAW.

“Pernyataan dan sikap Presiden Macron itu telah membuat hati umat Islam sedunia sakit,” kata Sekretaris Umum Bamusi, organisasi sayap PDIP Nasyirul Falah Amru dalam keterangan, Ahad (1/11).

Nasyirul alias Gus Falah mengatakan, Nabi Muhammad SAW sangat mulia dan tak bisa digambarkan oleh apapun dalam ajaran Islam. Dia menyayangkan pernyataan Macron yang telah melukai hati umat Islam sedunia.

Gus Falah melanjutkan jika Presiden Macron tidak mau meminta maaf kepada umat Islam maka Bamusi menyerukan kepada umat Islam Indonesia maupun dunia untuk memboikot seluruh produk Prancis. Dia meminta pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan diplomatik dengan Prancis sementara waktu.

“Sampai Presiden Macron menyadari kekeliruannya dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam,” katanya.

Politikus PDIP ini menjelaskan, ketegasan semacam itu diperlukan agar pemerintah Prancis menyadari bahwa generalisasi terhadap suatu agama adalah kesalahan besar. Dia mengatakan, tindakan keji yang dilakukan satu atau dua oknum tak sepatutnya menjadi dasar generalisasi terhadap agama yang dianut oknum tersebut.

“Karena tindakan oknum itu sama sekali tidak mencerminkan ajaran agama yang dianut,” tegasnya.

Seperti diketahui, pernyataan Macron terkait perizinan penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh mingguan Charlie Hebdo memicu protes besar di dunia Muslim. Tak hanya itu, pada Jumat (23/10) Macron juga mengatakan Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia. Pernyataan Macron muncul sebagai reaksi atas pembunuhan guru Samuel Paty menyusul aktivitas guru tersebut yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya. Macron menganggap Paty adalah martir yang mengusung kebebasan berpendapat kemudian menyebut pelaku sebagai seorang radikal Muslim. (RB)