Umat Islam Bangladesh Gelar Unjuk Rasa Tuntut Macron

Suasana Semakin Genting, Macron Klarifikasi Posisi Prancis atas Kartun Nabi Muhammad Saw
Suasana Semakin Genting, Macron Klarifikasi Posisi Prancis atas Kartun Nabi Muhammad Saw

Ibadah.co.id – Umat Islam Bangladesh menggelar unjuk rasa menuntut perbuatan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ujuk rasa ini menambah serentetan protes yang dilontarkan oleh elemen masyarak dunia kepada Macron.

Seperti dilansir republika.co.id pada 28/10/20, puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di ibu kota Bangladesh, Selasa (27/10), dalam demonstrasi anti-Prancis terbesar sejak Presiden Emmanuel Macron membela kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. Umat ​​Muslim di seluruh dunia telah bereaksi dengan marah atas pembelaan Macron atas hak untuk mengejek agama setelah pembunuhan seorang guru sekolah Prancis yang telah menunjukkan kartun nabi kepada murid-muridnya.

Di Suriah, orang-orang membakar foto pemimpin Prancis, bendera tiga warna dibakar di ibu kota Libya, Tripoli. Sementara, produk Prancis ditarik dari rak supermarket di Qatar, Kuwait, dan negara-negara Teluk lainnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan membandingkan perlakuan terhadap Muslim di Eropa dengan perlakuan terhadap orang Yahudi sebelum Perang Dunia II, bergabung dengan seruan untuk memboikot barang-barang Prancis yang menurut Paris berdampak minimal sejauh ini.

Erdogan kemudian menjadi target mingguan satir Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur yang tidak sopan tentang dirinya di halaman depan edisi terbaru majalah yang dijadwalkan akan muncul di kios koran pada Rabu (28/10).

Gambar kasar itu menunjukkan pemimpin Turki dengan kaus dan celana dalam, meminum sekaleng bir dan mengangkat rok seorang wanita yang mengenakan jilbab untuk memperlihatkan tubuh telanjangnya. Dalam jawaban yang tajam, Turki menuduh majalah itu sebagai rasialisme budaya.

Boikot Prancis

Di Dhaka, pengunjuk rasa membakar patung Macron selama pawai pada Selasa. Polisi mengatakan 40 ribu orang ikut serta.

Ratusan perwira bersenjata menggunakan barikade kawat berduri untuk menghentikan para demonstran agar bubar tanpa kekerasan sebelum mereka bisa mendekati kedutaan Prancis. Unjuk rasa itu diselenggarakan oleh Islami Andolon Bangladesh (IAB), salah satu partai Islam terbesar di negara itu, dan dimulai di masjid terbesar di negara itu. Bangladesh aalah negara dengan penduduk sekitar 90 persen Muslim.

“Boikot produk Prancis”, teriak para demonstran.

Ataur Rahman , seorang anggota senior Islami Andolon, mengatakan pada rapat umum di masjid nasional Baitul Mukarram bahwa Macron adalah satu dari sedikit pemimpin yang menyembah setan. Rahman meminta pemerintah Bangladesh untuk mengusir duta besar Prancis, sementara pemimpin protes lainnya, Hasan Jamal, mengatakan para aktivis akan merobohkan setiap bata bangunan itu jika utusan itu tidak diperintahkan keluar. “Prancis adalah musuh Muslim. Mereka yang mewakili mereka juga musuh kita,” kata Nesar Uddin, seorang pemimpin muda kelompok itu. (RB)

2 COMMENTS

Comments are closed.